12,5 Ha Lahan Kosong Terbakar di Mamolo Nunukan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Kebakaran hutan dan lahan (Karthula) kembali terjadi di Kabupaten Nunukan, kali ini lahan seluas sekitar 12,5 hektare terbakar pada Ahad, 19 Februari 2024.

Kepala Sub Bidang Informasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nunukan, Basir mengatakan, kebakaran lahan tersebut terjadi di Mamolo, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Nunukan Selatan.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1924 votes

“Kejadiannya kemarin siang sekira pukul 11.30 Wita, kita api baru berhasil dipadamkan hingga pukul 17.00 Wita,” kata Basir kepada benuanta.co.id, Senin (19/2/2024).

Baca Juga :  Dua Masjid Terbesar di Kaltara Dipadati Jemaah Salat Idulfitri, Ini Harapan Kepala Daerah 

Diungkapkannya, untuk menjinakkan api, pihaknya dibantu oleh UPTD KPH Nunukan, Babinsa, Babinkamtibmas dan masyarakat sekitar.

“Untuk proses pemadamannya kita menggunakan mobil pemadam kebakaran ukuran L300, kita juga menggunakan pemadaman secara manual dengan memakai pompa gendong dan ranting,” ungkapnya.

Proses pemadaman api harus dilakukan beberapa jam. Personel mengalami kesulitan lantaran tidak ada sumber air yang dekat dengan lokasi kebakaran.

Baca Juga :  1.990 WBP di Kaltara Dapat Remisi Lebaran Idulfitri 1445 H, 9 Orang Langsung Bebas

“Mesin kita juga sempat bermasalah, belum lagi kejadiannya hari Minggu itu hari libur jadi kita juga kekurangan personel di lapangan,” jelasnya.

Sementara itu, dari Informasi yang didapatkan pihaknya, kebakaran ini diduga terjadi lantaran ada aktivitas membuka lahan dengan cara dibakar.

“Tidak ada korban jiwa, informasi sementara diduga dibakar karena membuka lahan,” ucapnya.

Baca Juga :  Puluhan Mobil Hias Ramaikan Pawai Takbir Keliling di Nunukan

Basir mengatakan, pihaknya kembali menghimbau kepada masyarakat yang ingin membuka lahan untuk tidak dilakukan dengan cara dibakar. Sebab, saat ini lagi musim kemarau, lahan yang terbakar sangat cepat merambat ketika api ditiup oleh angin.

“Kita sudah selalu ingatkan, tapi masih ada saja yang membuka lahan dengan cara dibakar, padahal ini sangat berbahaya,” tandasnya.(*)

Reporter: Novita A.K

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *