Pleno Rekapitulasi Ditunda, KPU Tarakan Tunggu Instruksi KPU RI

benuanta.co.id, TARAKAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tarakan menunda pleno rekapitulasi di kecamatan. Penundaan ini berkenaan dengan instruksi dari KPU RI lantaran maintenance pada server Sirekap.

Saat dikonfirmasi, Anggota KPU Tarakan, M. Taufik Akbar mengungkapkan seluruh Panitia Pemilih Kecamatan (PPK) sudah diminta untuk melakukan skorsing pleno rekapitulasi pada Ahad, 18 Februari 2024.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1940 votes

“Sudah kita minta skorsing, itu kemarin siang dan sore sudah tidak ada rekapitulasi dulu sementara. Sambil kita lihat perkembangannya,” ungkapnya, Senin (19/2/2024).

Baca Juga :  Ratusan Pasien RSUD JSK Dievakuasi Akibat Kepulan Asap Muncul di Lantai 3, Kipas Angin Diduga Pemicu Asap

Ia membenarkan bahwa penundaan pleno rekapitulasi ini sejalan dengan instruksi KPU RI untuk perbaikan data di laman Sirekap. Adapun rekapitulasi saat ini di beberapa kecamatan sudah selesai untuk presiden dan wakil presiden.

Input data di Sirekap, dikatakan Taufik sudah terdapat beberapa yang berjalan.

“Yang kita pakai kemarin masih PDD, tapi Sirekap jalan, kita lakukan penyandingan juga dengan saksi. Itu di Tarakan Timur dan Utara sudah selesai presiden kemarin. Cuma memang belum sempat pembagian berita acaranya,” jelasnya.

Baca Juga :  Atasi Masalah Lingkungan, Pj Wali Kota Tarakan Upayakan Penanganan Sampah 

Menyoal PPK dan saksi bertugas saat proses rekapitulasi juga sudah sepakat untuk menunda pleno. KPU Tarakan juga mempersilahkan para saksi mengambil dokumentasi untuk rekapitulasi yang sudah selesai.

Ditegaskan Taufik, pihaknya selalu terbuka dalam penghitungan di tingkat kecamatan.

“Tidak ada yang kita tutup-tutupi. Kita persilahkan ambil foto semuanya dari saksi yang hadir untuk hasilnya,” tegasnya.

Penundaan pleno rekapitulasi ini diperkirakan hingga 20 Februari 2024. Namun, pihaknya masih menunggu instruksi dari KPU RI untuk pelaksanaannya. Menurutnya, jika penghitungan dilakukan besok masih cukup panjang penyelesaiannya hingga batas waktu pada 2 Maret 2024 mendatang.

Baca Juga :  Dugaan Kebakaran di RSUD JSK, Polisi Simpulkan Korsleting Kipas Angin 

“Insyaallah cukup (waktunya). Kalau ada kendala di lapangan kita koordinasikan secara berjenjang,” lanjutnya.

Saat ini, keseluruhan logistik juga masih berada di kecamatan yang tentunya dijaga ketat oleh aparat keamanan, kendati pleno rekapitulasi ditunda sementara waktu.(*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *