Imlek Tahun 2024, Shio Naga Kayu Dipercaya Bawa Keberuntungan

benuanta.co.id, TARAKAN – Perayaan Imlek 2575 Kongzili tahun 2024 merupakan tahun Shio Naga, tepatnya tahun Naga Kayu.

Dalam budaya Tionghoa, Naga melambangkan kehormatan, ketangguhan, serta keberuntungan. Naga juga dianggap sebagai makhluk yang membawa keberuntungan dan luar biasa, tidak tertandingi dalam bakat maupun keunggulan.

Ketua Majelis Tinggi Agama Konghucu Koko Ayi Diyanto mengungkapkan pada tahun ini banyak shio yang bertemu. Diantara semua shio, naga dimaknai sebagai yang paling kokoh.

“Banyak suami istri cari anak dengan shio naga. Kalau kondisi ekonomi biasa tidak ada pengaruhnya. Untuk tahun ini susah juga ekonomi bukan Indonesia saja tapi seluruh dunia mengalami goncangan. Amerika baru-baru ini usahanya banyak pailit. Dalam usaha banyak sekali ekonomi tidak stabil,” ujarnya.

Baca Juga :  Dugaan Kecurangan Pemilu, KPU Tunggu Keputusan Bawaslu untuk PSU

Ia berharap di Tahun Naga ini ada pemberkahan dan Tarakan tetap aman. Tantangannya di tahun Naga harus bekerja keras. “Masalah sekarang persaingan ketat,” jelasnya.

Terkait persiapan menyambut Imlek, ia mengungkapkan pihaknya sudah mulai melakukan pembersihan di Klenteng Taok Pek Kong seperti pengecatan halaman, dan dalam waktu dekat pemasangan lampion pun akan dilakukan.

Baca Juga :  Kuat Dugaan Persoalan Jaket Jadi Pemicu Bunuh Diri Remaja di Dalam Kamar

“Masyarakat Tarakan umat Tionghoa juga sudah ada persiapan walau tidak secepat di Klenteng. Biasanya dua minggu sebelum Imlek mereka bersih-bersih,” ungkapnya.

Lanjutnya, pembersihan patung sudah dimulai 7 Februari 2024 kemarin karena sudah satu tahun berlalu sehingga perlu dilakukan permandian. “Saat ini masih pengecatan, bersih-bersih tempat sembahyang, persiapan awal karena Imlek jatuh pada tanggal 10 Februari 2024,” bebernya.

Baca Juga :  Buaya Hampir 5 Meter dari Berau Dimasukkan ke Penangkaran Tarakan

Imlek tahun ini akan disambut barongsai dan kegiatan malam di Klenteng sebagai pusat kegiatan. Ia juga mengungkapkan kenaikan angka Covid-19 yang sempat terjadi tidak mempengaruhi jumlah pengunjung atau jemaat yang akan beribadah.

“Nanti dilihat. Sementara ini belum ada aturan lagi. Kalau ada aturan pemerintah kami buat aturan lagi karena masyarakat selalu juga jaga pakai masker di Klenteng,” pungkasnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *