Polisi Petakan Lokasi Rawan Kejahatan di Malam Hari

benuanta.co.id, TARAKAN – Tim Patroli Bermotor (Patmor) Satuan Sabhara Polres Tarakan memetakan beberapa lokasi rawan tindak kejahatan di malam hari.

Sebelumnya pada 24 Januari 2024 sekira pukul 00.00 WITA, Tim Patmor Satuan Sabhara Polres Tarakan berhasil menemukan sejoli yang melakukan tindakan asusila di salah satu masjid yang ada di Kelurahan Kampung Empat.

Saat dikonfirmasi, Kasat Sabhara IPTU M. Imran Tawainella melalui KBO IPDA Imam Hari Fitriyanto mengatakan wilayah rawan yang sering terjadi tindak kejahatan seperti wilayah Pantai Amal dan belakang Taman Berkampung Kampung Empat.

Baca Juga :  Polisi Dalami Laka Maut di Kampung Satu 

Ia juga sering mendapatkan laporan dari masyarakat sekitar bahwa banyak sejoli yang berpacaran di tempat yang minim penerangan.

“Ada yang di belakang Taman Berkampung, itu di sana kurang sekali penerangannya. Kemudian di Pantai Amal banyak juga warga yang mengadukan ke kita,” katanya, Rabu (31/1/2024).

Selain itu, pada malam hari, pihaknya juga menemukan banyak remaja yang kerap nongkrong hingga tengah malam dan cenderung melakukan tindakan yang melanggar hukum. Banyak juga penyalahgunaan narkotika dari remaja yang ditemukan oleh Tim Patmor Sat Sabhara.

Baca Juga :  Bawaslu Tarakan Temukan Dugaan Pelanggaran di Hari Pencoblosan

“Kalau kasus narkoba kita serahkan ke Satreskoba. Itu cukup banyak juga,” sambung Imam.

Dalam pelaksanaan patroli ini, pihaknya mengedepankan unsur pencegahan dengan upaya preventif. Menurutnya, akhir-akhir ini di wilayah Tarakan banyak terbentuk sekelompok remaja nakal. Sehingga pihaknya mendapatkan instruksi khusus untuk menekan kenakalan remaja.

Pun dengan kendaraan dengan kenalpot brong yang tak kalah banyak diamankan oleh kepolisian. Adapun patroli rutin ini pihaknya lakukan setiap malam dimulai pukul 22.00 WITA. Ia juga memberikan imbauan terhadap masyarakat agar tak melakukan aktivitas di luar rumah pada malam hari. Terlebih jika tak terlalu mendesak.

Baca Juga :  Buaya Hampir 5 Meter dari Berau Dimasukkan ke Penangkaran Tarakan

“Kalau knalpot kita amankan motornya. Kemudian, kalau mau ambil motor harus mengganti dulu dengan knalpot yang sesuai. Kadang kalau kita temukan berkumpul di tempat gelap kita datangi dan kita minta pulang. Apalagi berduaan lawan jenis, kalau itu perlu kita dalami,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *