4 Tuntutan Buruh dan Mahasiswa dalam Demo BBM di Bulungan

benuanta.co.id, BULUNGAN – Masyarakat Kabupaten Bulungan tengah menghadapi masalah serius akibat kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), yang telah menyebabkan antrean panjang di SPBU setiap hari. Dalam sebuah aksi massal, aliansi mahasiswa dan buruh sopir truk bersatu menuntut pemerintah daerah dan anggota legislatif untuk mengambil tindakan segera.

Koordinator lapangan aksi, Zulfikar, mengungkapkan bahwa gabungan aliansi mahasiswa dan buruh sopir ini memiliki empat tuntutan penting. Pertama, mendesak pihak berwajib agar menindak indikasi oknum petugas aparat dan petugas SPBU yang terlibat dalam penyimpangan dan penyelewengan BBM.

Baca Juga :  Rumah Sakit Abdul Rais Fattah Resmi Beroperasi

Kedua, agar pemerintah menindak dan memberi sanksi serta melakukan pengawasan kepada SPBU yang melakukan penyimpangan BBM bersubsidi. Ketiga, meminta kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan peningkatan kuota BBM bersubsidi di Kalimantan Utara khususnya di Kabupaten Bulungan.

“Keempat, mendesak agar DPRD Kaltara membentuk panitia khusus (Pansus) atau tim khusus terkait pengawasan dan penyelesaian permasalahan BBM di Provinsi Kaltara khususnya melibatkan para sopir, mahasiswa dan para buruh,” ucap Zulfikar, Kamis, 28 Desember 2023.

Baca Juga :  Berangkat dari Cinta Bahasa dan Budaya hingga Menulis Kamus Bulungan - Indonesia

Pihaknya pun meminta menandatangani surat tuntutan tersebut diantaranya dari DPRD Kaltara, pihak SPBU, dan Pemerintah Provinsi Kaltara. Aliansi mahasiswa dan buruh sopir truk bersatu menyerukan pemecahan masalah ini secepat mungkin, mengingat kelangkaan BBM telah menyebabkan banyak kesulitan bagi masyarakat dan mempengaruhi proses ekonomi di Kabupaten Bulungan.

“Itu 4 tuntutan kami, dan kami meminta DPRD Kaltara, pihak SPBU dan Pemprov Kaltara menandatangani surat tuntutan ini. Kami meminta solusi secepatnya,” paparnya.

Baca Juga :  RS Abdul Rais Fattah Layani Pasien BPJS

Menjelang akhir tahun, ketika masyarakat memerlukan BBM lebih banyak, situasi semakin sulit. Oleh karena itu, masalah ini membutuhkan penyelesaian yang baik dan cepat. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *