Panji Sakti ‘Hipnotis’ Penoton di Penutupan Musik Alam Fest 2K23

benuanta.co.id, BULUNGAN – Ratusan penonton Musik Alam Fest 2K23 hanyut dalam buaian lantunan lagu ‘kepada Noor’ yang dimainkan oleh musisi asal Bandung, Panji Sakti, pada Sabtu (30/9/2023).

Petikan dawai Panji Sakti dan gesekan chello dari Mega Ariani membuat para penonton terhanyut dan terbuai di tengah pepohonan Kebun Raya Bundahayati Bulungan. Pelantun lagu kepada noor yang kerap muncul di beranda media sosial ini sesekali mengajak para penonton untuk mengingat-ingat kemurahan dan kebaikan sang pencipta.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1941 votes

“Rindu adalah perjalanan mengurai waktu, menjelma pertemuan demi pertemuan, catatannya tertulis di langit malam, di telaga dan di ujung daun itu rindu mengekal menyebut nama-Mu berulang-ulang,” Penggalan lirik tersebut sontak memecah keheningan dan mengajak ratusan pengunjung Musik Alam Fest 2K23 bernyanyi bersama.

Lirik yang dinyanyikan sangatlah sederhana namun kaya akan makna. Dalam penampilan berdurasi 60 menit ini, Panji Sakti berhasil menghipnotis para pengunjung untuk tetap bertahan di tengah gerimis yang turun di akhir acara tersebut.

Art line Musik Alam Fest 2K23, Panji Sakti menjelaskan, masyarakat Tanjung Selor memiliki tingkat keramahan yang luar biasa. Kabupaten Bulungan merupakan tempat perdana ia menginjakkan kaki di Kalimantan Utara (Kaltara).

“Keramahan dan pelayananya luar biasa, saya pikir keramahtamaan orang sini paling juara,” ucapnya saat di belakang panggung Musik Alam Fest 2K23.

Panji Sakti mengatakan, sebuah kegiatan yang bisa mengumpulkan ratusan orang hingga larut malam berarti ini even yang sangat ditunggu dan diharapkan oleh masyarakat Bulungan. Sejumlah makanan ia santapi setibanya di Bumi Benuanta di antaranya nasi padang dan juga kepiting soka.

“Inilah event yang ditunggu-tunggu masyarakat. Energinya luar dan saya bangga bisa menghibur masyarakat Bulungan,” tutur jeblolan Jurusan Seni Rupa IKIP Bandung.

Panji Sakti membantah jika ia memiliki musikalisasi puisi dalam bekarya. Ia menerangkan jika dirinya sebagai penulis lagu, sebagian orang kerap menilai jika dirinya kerap memusikalisasikan puisi.

“Salah satu jalan untuk menulis lagu ya dengan musikalisasi puisi,” terangnya.

Terkait dunia pendidikan pria kelahiran Kota Bandung 13 Januari 1976 menilai dunia sastra hari ini kurang berani dan belum percaya diri mengeluarkan karya yang ia miliki. Ia menilai jika sosok Chairil Anwar dan Sapardi Djoko Darmono belum bisa tergantikan hingga saat ini.

“Dari pada membuat kutipan di media sosial dan itu tidak menghasilkan karya, lebih baik dijadikan buku saja,” bebernya sambil tertawa.

Kepada kaum muda yang kini mengalami patah hati dan gagal dalam menjali hubungan, Panji menyarankan agar dapat berdamai dengan diri sendiri dan wajib untuk mengubah pola pikir agar tidak takut gagal dalam menjalin sebuah hubungan.

“Bilang pada diri sendiri, aku tidak takut sakit hati lagi, aku tidak takut dihianati lagi, aku akab besar menghadapi kesakitan itu, jadi banyak orang yang pasca putus langsung membenci pasangannya, dan hal itu salah,” tutupnya. (*)

Reporter: Okta Balang

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *