Hilirisasi dan Peningkatan Investasi Kunci Utama Kaltara jadi High Income Region

TANJUNG SELOR – Dua langkah konkret untuk mewujudkan Kalimantan Utara (Kaltara) yang Berubah Maju dan Sejahtera adalah melalui upaya hilirisasi sumber daya alam dan peningkatan investasi di daerah.

Saat ini Kaltara memiliki potensi dan peluang yang sangat besar bagi pengembangan industri hilirisasi di berbagai sektor. Di antaranya hilirisasi pada sektor perikanan yang mencakup komoditas unggulan Kaltara yakni udang windu (9.240 ton/tahun), kepiting bakau (6.000 ton/tahun), bandeng (4.894 ton/tahun) dan rumput laut basah (627 ribu ton/tahun).

Di sektor perkebunan terdapat peluang industri hilirisasi CPO dengan produksi lebih dari 446 ribu ton/tahun dan Kakao ratusan ton/tahun di Kabupaten Bulungan dan sekitarnya. Di sektor pertambangan Kaltara juga memiliki Batu Bara dengan kapasitas produksi rata-rata lebih dari 10 juta ton/tahun.

Baca Juga :  Pemprov Kaltara Buka Ruang ke Malaysia untuk Investasi Sektor Kesehatan

Hilirisasi menjadi kunci bagi pertumbuhan ekonomi Kaltara ke depan. Jika ini bisa di realisasikan, maka optimis pertumbuhan ekonomi Kaltara di atas 6 persen pertahun, sehingga akan menjadikan Kaltara daerah dengan julukan high income region.

Hilirisasi ini tentu membutuhkan investasi, maka pemerintah daerah harus fokus pada promosi peluang tersebut. Hal inilah yang tengah dilakukan oleh Pemprov Kaltara melalui DPMPTSP dengan menyiapkan data/dokumen proyek investasi yang siap ditawarkan.

Baca Juga :  Investasi Desalinasi Cukup Menjanjikan di Kaltara

“Data/dokumen ini terus kita tawarkan melalui berbagai forum investasi agar para calon investor mengenal dan memahami peluang nyata investasi yang ada di Kaltara,” terang Penata Kelola Penanaman Modal, Ahli Muda DPMPTSP Kaltara, Rahman Putrayani, SS, MM., kepada benuanta.co.id.

Peningkatan investasi juga harus ditunjang dengan kepastian hukum, fasilitas kemudahan berusaha, insentif daerah dan pelayanan perizinan yang mudah, cepat dan nyaman.

“Jika kita melihat trend investasi Kaltara sejauh ini sudah sangat baik. Dilihat 3-4 tahun ke belakang investasi Kaltara sejak 2020 realisasi mencapai Rp 3,2 triliun, tahun 2021 realisasi meningkat ke Rp 5,7 triliun, 2022 juga meningkat tajam ke Rp 13,7 triliun dan bahkan di semester I 2023 sudah mencapai 9,4 triliun,” ungkap Rahman.

Baca Juga :  Investasi Desalinasi Cukup Menjanjikan di Kaltara

Dia berharap, ekonomi Kaltara bisa tumbuh signifikan dengan adanya peningkatan investasi dan upaya hilirisasi SDA yang dimiliki, agar Kaltara dapat terus tumbuh maju dan sejahtera.(*)

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2944 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *