Pemprov Upaya Menarik Anggaran Pusat untuk Tangani Infrastruktur di Kaltara

benuanta.co.id, Bulungan – Untuk menangani akses jalan yang ada di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara upayakan menarik anggaran dari pusat.

Hal itu diungkapkan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, beberapa akses jalan di Kaltara yang membutuhkan anggaran yang tidak sedikit akan diupayakan melalui anggaran yang ada di pusat.

“Kita lagi berupaya untuk menarik anggaran dari pusat untuk tangani jalan di Kaltara,” ucapnya kepada benuanta.co.id.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Pemukiman (PUPR Perkim) Provinsi Kaltara, Helmi menjelaskan beberapa jalan penghubung antar kabupaten sampai kecamatan kini diupayakan oleh Pemprov Kaltara agar terkoneksi.

Baca Juga :  Menunggu Proses Lelang, Ruas Jalan Lingkar Nunukan Kembali Disiram Aspal Tahun Ini

“Begitu jalan yang berada didalam ibukota kabupaten yang terdapat link jalan milik Provinsi Kaltara akan dikerjakan,” ujarnya.

Lalu pengembangan wilayah lainnya, direncanakan ada 3 buah jembatan besar yang akan dibangun di Kaltara. Saat ini PUPR Perkim tengah melakukan perencanaan, dimana anggarannya diupayakan dari pusat.

“Memang tantangan terbesar itu, bagaimana kita memanage menyiapkan perencanaan yang secepatnya untuk mendatangkan anggaran yang ada di pusat,” tuturnya.

Kata dia, anggaran pusat bisa turun jika daerah telah memiliki perencanaan yang matang. Pemerintah Pusat melalui Kementerian/Lembaga sendiri telah siap dari segi anggaran, tinggal daerah yang sudah memiliki perencanaan suatu pembangunan.

Baca Juga :  Menunggu Proses Lelang, Ruas Jalan Lingkar Nunukan Kembali Disiram Aspal Tahun Ini

“Anggaran pusat sudah ada tinggal dari sini perencanaan, yang kita kejar itu di perubahan dan tahun 2024,” terang Helmi.

Pria yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Kepala Bappeda Litbang Provinsi Kaltara ini mengatakan anggaran yang direncanakan pada anggaran perubahan dari pusat sebesar Rp 500 miliar.

“Apa saja jenis apakah DAK, yang penting masuk ke kita. Kemudian masuk tahun 2024 kalau bisa sampai Rp 1 triliun diluar APBD,” sebutnya.

Baca Juga :  Menunggu Proses Lelang, Ruas Jalan Lingkar Nunukan Kembali Disiram Aspal Tahun Ini

Salah satu yang menjadi perhatiannya, selain jalan yang belum terkoneksi juga dari sistem drainase kota yang belum memadai. Walaupun sebagian kewenangan pemerintah kabupaten, hal ini akan disinergikan agar drainase yang ada memiliki sistem yang baik.

“Contohnya kalau kondisi hujan, masih ada daerah-daerah yang tergenang,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1962 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *