Warga Sebut Saksi Yehuwa Didominasi WNA

benuanta.co.id, TARAKAN – Persoalan Saksi Yehuwa di Kota Tarakan hingga kini belum mampu sepenuhnya terselesaikan. Informasi terbaru, Saksi Yehuwa mulai menggunakan modus baru penyebaran ajaran kepercayaannya melalui link yang tersebar di sosial media.

Saat dikonfirmasi, Kepala Seksi (Kasi) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kristen Kementrian Agama (Kemenag) Tarakan, Oto Simon Tanduk mengatakan telah terdapat kesepakatan dari Saksi Yehuwa, Forkopimda dan Unsur Umat Beragama.

“Waktu itu bersama Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Tarakan. Sudah ada surat kesepakatan juga dengan Saksi Yehuwa,” katanya, Ahad (11/6/2023).

Ia mengungkapkan penyebaran ajaran melalui modus baru berupa link hingga kini juga belum diterimanya. Terkecuali, untuk permasalahan sebelumnya yakni penyebaran ajaran melalui door to door, pihaknya telah memanggil Saksi Yehuwa.

“Kalau link saya belum lihat bagaimana bentuknya. Saya belum pernah dapat juga informasinya,” lanjutnya.

Sebenarnya penyampaian dengan Saksi Yehuwa sendiri lebih spesifik terhadap masyarakat Tarakan yang telah sepenuhnya memiliki kepercayaan masing-masing. Sehingga dirasa tidak perlu untuk menyebarkan ajaran-ajaran Yehuwa kepada masyarakat Tarakan.

Baca Juga :  Pengembangan Kasus Narkoba Brigpol Sigit, Polres Tarakan Tetapkan Tersangka Lanjutan

“Jadi tidak perlu lagi ke rumah-rumah. Mereka juga sudah sepakat. Bahkan saat kita temui mereka juga tidak tahu kalau ada yang datang ke rumah-rumah itu,” tambah Oto.

Diketahui, Sekretariat Saksi Yehuwa terletak di Kelurahan Sebengkok. Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya di RT. 3 Kelurahan Sebengkok menyebut bahwa aktivitas keagamaan mereka saat ini lebih tertutup. Artinya aktivitas keagamaan sudah tak lagi dilakukan di Sekretariat Saksi Yehuwa.

“Sekarang agak tertutup. Ibadahnya sudah tidak di sini (rumah Saksi Yehuwa) lagi. Karena ada tempat lain lagi ibadahnya,” sebutnya.

Namun, tak dipungkiri terkadang ada juga beberapa penganut Saksi Yehuwa yang meminta izin kepadanya selaku ketua lingkungan untuk melakukan ibadah. Saat izin pun, terdapat sekitar 3 hingga 10 umat Yehuwa yang turut serta.

Dikatakannya, Saksi Yehuwa yang dibawa untuk izin dengan ketua lingkungan pun tak selalu sama. Terdapat beberapa orang yang berganti-ganti yang mayoritas merupakan Warga Negara Asing (WNA).

Baca Juga :  PSU Tarakan Tengah Dipastikan Tanpa Kampanye

“Itu orang asing semua. Bukan dari Tarakan. Ya orang barat lah tapi ada juga yang dari Jakarta, Sulawesi juga ada. Baru-baru inilah kalau tidak salah awal tahun,” ucapnya.

Adapun aktivitas ibadah yang dijalankan pun seperti ibadah umat kristiani pada umumnya. Kendati tak melihat secara langsung, ia mengungkapkan aktivitas yang biasa dilakukan seperti makan-makan dan menyanyikan lagu-lagi rohani.

“Ya pokoknya nyanyi lah. Kalau dua tiga tahun yang lalu seminggu itu 3 kali ibadah. Nah kalau sekarang karena warga sekitar kurang setuju juga jadi mereka pindah tempat ibadah. Pernah juga di geruduk warga. Ya awalnya memang seperti ibadah biasa tapi karena suaranya lumayan nyaring karena pake elektone jadi menggema ke masyarakat sekitar,” bebernya.

Lebih jauh diungkapkannya, Saksi Yehuwa yang bermukim di wilayahnya juga lebih tertutup dan jarang bersosialisasi. Para penganut Yehuwa pun yang bermukim diwilayahnya pun diketahui sudah ada sejak tahun 90an. Kehidupan yang dijalani Saksi Yehuwa pun sama seperti masyarakat pada umumnya yang juga bekerja dan sekolah.

Baca Juga :  Pemkot Tarakan Berikan Bonus pada Pemenang MTQ Tingkat Provinsi

“Ya say Hello ada aja. Cuma kalau kayak ada kegiatan kerja bakti itu agak susah. Paling rumah mereka sendiri saja yang dibersihkan,” tuturnya.

Tim Benuanta pun telah berupaya beberapa kali melakukan konfirmasi kepada Saksi Yehuwa langsung. Saat ditelusuri di Sekretariat Saksi Yehuwa, belum ada Saksi Yehuwa yang ada di sekret tersebut untuk dikonfirmasi lebih lanjut. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2043 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *