Dikukuhkan jadi Guru Besar UBT, Daud Nawir Siap Mengabdi untuk Pendidikan Kaltara

benuanta.co.id, TARAKAN – Setelah Prof. Dr. Yahya Ahmad Zein, SH, MH dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Borneo Tarakan (UBT) tahun 2022 lalu, kini guru besar di UBT bertambah satu orang lagi yakni Prof. Dr.,-Ing. Ir. Daud Nawir, S.T., M.T.

Pengukuhan guru besar yang dilaksanakan di Gedung Rektorat Lantai Empat UBT, dihadiri oleh Walikota Tarakan, Rektor UBT Prof. Dr. Adri Patton, M.Si dan civitas akademik UBT.

Pada kesempatan yang sama Gubernur Kalimantan Utara, Drs. H. Zainal A. Paliwang, SH., M.Hum sebagai ketua dewan pertimbangan Universitas Borneo Tarakan menyempatkan diri menyaksikan pengukuhan tersebut melalui daring serta menyampaikan sambutannya.

Dalam sambutannya Gubernur Kaltara memberikan ucapan selamat dan harapan untuk gelar yang baru saja diraih oleh Prof. Dr.,-Ing. Ir. Daud Nawir, S.T., M.T.

Baca Juga :  DPKP Kaltara Upayakan Permintaan Bantuan Pertanian Terpenuhi Tahun Ini

“Saya berharap saudara (Prof. Dr.,-Ing. Ir. Daud Nawir, S.T., M.T) dapat kemudahan dari Allah SWT dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab dengan baik serta dapat memberikan pengabdian yang begitu besar khususnya untuk pendidikan di Kaltara,” kata Gubernur Zainal, Rabu(17/5/2023).

Rektor UBT, Prof. Dr. Adri Patton, M.Si. menyatakan bahwa jabatan guru besar di UBT kini menjadi empat orang.

“Yang jelas untuk UBT ada empat guru besar walaupun saya dari Mulawarman karena saya rektor di sini tentu saya juga orang Kaltara tetaplah menambah. Jadi ada empat Prof. Adri Patton, Prof. Jabarsyah, Prof. Ahmad Zein, Prof. Daud Nawir,” jelas Prof. Adri Patton.

Ia juga berharap di UBT dapat bertambah lagi guru besar yang akan menambah wawasan lebih baik lagi agar UBT menjadi universitas yang terdepan walaupun ada di daerah perbatasan.

Baca Juga :  KPU Update Real Count DPR RI Kaltara, Hj. Rahmawati Masih Bertengger di Posisi Puncak 

“Dalam pelayanan publik pelayanan dalam bidang pengajaran perguruan tinggi akan menjadi lebih baik khususnya UBT karena salah satu pelaksanaan akreditasi yang ditanyakan adalah berapa guru besar yang ada, berapa rektor kepala, berapa dokternya. Jadi, Yang jelas akreditasi kami UBT akan meningkatkan saya berharap demikian,” ungkapnya.

Diketahui, Prof. Daud Nawir, S.T., M.T, menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan dan sebagai dosen fakultas teknik di UBT. Dibutuhkan dua tahun oleh Prof. Daud Nawir untuk mendapatkan jabatan guru besar setelah dua puluh tahun mengabdi di UBT.

“Pada prinsipnya 20 tahun saya bertekun di dunia pendidikan perguruan tinggi ini puncak dari semua apa yang sudah saya lakukan, sejak pendidikan S1,S2 dan S3 saya. Sebenarnya rekomendasi yang ingin saya berikan adalah tidak ada yang tidak mungkin,” tegas Prof. Daud Nawir.

Baca Juga :  Pemprov Anggarkan Binlat Akpol dan Akmil di Kaltara

Tambahnya, profesor itu bukanlah sebuah niat tetapi kewajiban. Profesor itu adalah keniscayaan yang tidak bisa dipungkiri kebanggaan seorang dosen adalah mendapatkan guru besar dan prosesnya bermacam-macam.

“Saya memulai karir di 2003, tahun 2019 saya berpatokan pada visi rektor bahwa harus ada guru besar. Kita tidak bisa menjadi penonton oleh sebab itu saya semangat melakukan penelitian pengembangan dalam jangka dua tahun. Jadi, proses seseorang menjadi guru besar itu membutuhkan proses yang lumayan rumit dan sulit tetapi kalau sudah untuk kebaikan diri maka itu tidak akan menjadi sulit,” tutupnya.(*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *