Evaluasi Lalu Lintas, Laka Menurun Selama Momen Lebaran 2023

benuanta.co.id, TARAKAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan melakukan evaluasi terhadap hasil Operasi Ketupat Kayan 2023. Selama arus mudik dan balik pada momen Idul Fitri, dinilai angka laka lantas menurun dibandingkan tahun 2022 lalu.

Hasilnya, terdapat satu laporan polisi yang diterbitkan Satlantas selama Ops Ketupat berlangsung. Sementara di tahun 2022 lalu terdapat tujuh laporan polisi yang diterbitkan pihaknya.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1915 votes

“Laka lantas yang tidak berat. Tidak ada kejadian menonjol juga selama operasi ketupat,” ungkap Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar melalui Kasat Lantas AKP Rully Zuldh Fermana (2/5/2023).

Baca Juga :  H-2 Lebaran, Keberangkatan di Pelabuhan Tengkayu I Naik Signifikan 

Rully menjelaskan, selama Ops Ketupat berlangsung polisi lalu lintas fokus pada kegiatan pantauan dan mengendalikan arus mudik dan balik. Pengendalian ini juga diiringi dengan kegiatan pengamanan khususnya di bandara dan pelabuhan.

“Di tempat wisata itu keramaian pengunjung juga tidak terlalu. Sehingga kita lebih leluasa melakukan pengamanan,” lanjut dia.

Perwira balok tiga itu mengatakan, jalannya Ops Ketupat Kayan di tahun ini bahkan lebih baik dibandingkan tahun lalu. Seperti angka lantas yang sudah menurun dan penumpukan masyarakat di tempat keramaian tidak begitu signifikan.

Baca Juga :  RSUD JSK: Terima Kasih Kerja Sama Semua Pihak Sigap dan Tanggap Menangani Kejadian

Kendati berlangsung aman dan lancar, pihaknya mengevaluasi terkait kurang patuhnya pengendara dalam berkendara.

“Salah satunya terkait masih tingginya tingkat pelanggaran berlalu lintas. Masih ada masyarakat yang tidak menggunakan helm pada saat pelaksanaan salat tarawih, malam takbiran dan salat ied,” sambung dia.

Pihaknya pun tetap melakukan langkah humanis seperti menegur dan memberikan pemahaman ke masyarakat agar tak terjadi laka dengan fatalitas yang tinggi.

Baca Juga :  H-2 Lebaran, Ribuan Penumpang Padati Bandara Juwata Tarakan

“Kalau bisa pergi ke masjid tetap menggunakan helm. Jangan jadikan ibadah untuk melanggar,” tutup Rully. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *