Angka Kematian Akibat TBC Menurut Dinkes di Kaltara 6 Persen

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Utara menyebutkan angka kematian yang dialami kesehatan manusia akibat Tuberkulosis (TBC) bisa mencapai 6 persen.

“Sebagai informasi angka morfilitas dari penderita TBC cukup lumayan ya. Bisa mencapai 6 persen dalam setahun,” kata Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kaltara, Judianto Limbong, Senin (3/4/2023).

Bahkan berdasarkan data sementara tahun ini yang telah dihimpun Dinkes Kaltara kasus TBC hingga menyebabkan meninggal dunia sudah mencapai 6 orang.

“Jadi untuk tahun ini saja. Kita sudah mendapatkan informasi sekitar 6 orang yang meninggal dunia. Itu tersebar di Kota Tarakan ada 3 orang lalu di Kabupaten Malinau ada 2 orang dan Kabupaten Bulungan 1 orang,” ungkapnya.

Kata dia, sebanyak 6 orang yang meninggal dunia disebabkan terkena Tuberkulosis Resisten Obat (TB-RO).

“Jadi penyebabnya yang terutama yang TB- RO yang paling sering ya. Artinya apa, di sini dia mungkin sudah mengkonsumsi obat Tuberkulosis tapi tidak tuntas pengobatannya. Sehingga resisten dengan obat-obat tuberkulosis yang mau tidak mau masuk ke level di atasnya yang resisten itu yang pertama,” jelasnya.

Kemudian poin kedua penyebab manusia meninggal dunia akibat TB-RO yaitu komplikasi. “Akibat komplikasi seperti diabetes melitus,” tuturnya.

Kendati demikian untuk meredam angka kasus TBC supaya tidak meningkat terus secara signifikan, pihaknya menjelaskan penanganan tersebut sudah ditanggung kementerian kesehatan (Kemenkes) RI.

“Ini ditanggung oleh Kementerian Kesehatan baik juga dari Pemerintah Provinsi dan pemerintah Kabupaten Kota. Jadi mulai dari pemeriksaan sampai dengan pengobatan tentu ada kolaborasi antara Kemenkes sama Pemerintah Kabupaten Kota dan BPJS dalam rangka biaya rawat inap maupun rawat jalan,” tuturnya.

Termasuk berbagai jenis obat-obatan penanganan kasus TB sudah ada dari Kemenkes RI melalui dinkes di kabupaten kota.

“Untuk obat-obatnya sudah tersedia 100 persen dari kementerian kesehatan. Dan target di Kaltara 3.208 kasus dan 90 persen itu bisa ditemukan dan ditangani. Dan di semester pertama obat-obatan sudah di kirim ke kabupaten kota sekitar hampir 2 ribu orang jadi cukup untuk persediaan obat-obatan,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1962 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *