SLB Karya Murni Dapat Alat Terapi dari Kementerian Sosial

benuanta.co.id, BULUNGAN – Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Terpadu Kartini Temanggung yang merupakan unit pelaksana teknis (UPT) dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial menyalurkan bantuan berupa alat terapi bagi penyandang disabilitas di Kabupaten Bulungan.

Bantuan itu merupakan respon cepat Menteri Sosial Tri Risma Harini saat berkunjung pada Januari 2023 lalu untuk salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) di Bulungan, SLB Karya Murni.

“Jadi bantuan untuk SLB Karya Murni ini merupakan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), yang terkait dengan pemberian layanan bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS),” ujar Penyuluh Sosial Sentra Terpadu Kartini Temanggung, Suratina kepada benuanta.co.id, Rabu 29 Maret 2023.

Baca Juga :  Tingkat Hunian Kamar Hotel Berbintang Menurun 58,27 Persen

Kata dia, tidak hanya SLB Karya Murni yang berada di dalam naungan Keuskupan Assumta Tanjung Selor ini yang akan diberikan bantuan. Kemensos juga upayakan SLB yang ada di Provinsi Kaltara diberikan bantuan.

“Alat bantu terapi yang diberikan kepada penyandang disabilitas seperti penderita autis, sensorik rungu, wicara dan penyandang disabilitas fisik adalah alat-alat yang dapat merangsang bagi penderitanya untuk bisa pulih,” paparnya.

Suratina menyebutkan anggaran yang diberikan kepada SLB Karya Murni dalam bentuk barang  berupa matras lantai, trampolin, guling terapi, media terapi auditory, sensorik ball, skateboard, scrolling tunnel dan lainnya.

“Jumlahnya ada 60 item itu dengan anggaran Rp 41 juta,” sebutnya.

Baca Juga :  Besok, Cuaca Kaltara Diperkirakan Cerah Berawan

Sementara itu, Kepala SLB Karya Murni, Sr. Agata Jimur mengatakan anak didiknya di SLB Karya Murni ada 3 jenjang, dari taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

“Jumlah anak didik kami 11 orang dengan 3 orang tenaga pendidik,” ucapnya.

Dia menjelaskan banyak orangtua yang mau menitipkan anaknya yang memiliki sifat berkebutuhan khusus, namun pihaknya tak dapat menerima semua.

“Karena kami tidak punya alat peraga dan media belajar, terutama anak yang autis. Tapi karena mendesak akhirnya kami terima beberapa orang,” jelasnya.

Setelah mendapatkan bantuan alat terapi ini, kata dia, SLB Karya Murni sudah tidak merasa khawatir. Sehingga kedepannya saat ada anak yang berkebutuhan khusus akan diterimanya.

Baca Juga :  Usulan CASN Kaltara Sudah Masuk ke Kemenpan RB, Jumlahnya 1.468 Formasi

“Dengan adanya alat ini kami sudah tidak takut untuk menerima anak didik. Jadi disini ada yang tinggal di sekolah, karena rumahnya jauh-jauh. Seperti dari Sekatak anaknya perempuan, itu hanya 1 kali setahun dijemput orangtuanya dan kehidupannya sangat kekurangan,” paparnya.

Selain Sekatak, ada juga yang berasal dari Desa Long Bia Kecamatan Peso yang jaraknya dengan ibukota kabupaten Bulungan ada ratusan kilometer.

“Ada juga dari Long Bia, jadi disini ada anak yang Tuna Rungu, Tuna Wicara dan Tuna Grahita,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *