Hilal Tak Terlihat di Tarakan, Masyarakat Diimbau Ikuti Sidang Isbat

benuanta.co.id, TARAKAN – Tim Hisab Rukyat Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Provinsi Kaltara bersama Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan, melaksanakan pemantauan Hilal 1 Ramadan 1444 H, di Taman Berlabuh pada Rabu (22/3/2023).

Kepala BMKG Kota Tarakan, M. Sulam Khilmi menjelaskan pemantauan hilal kali ini memiliki kendala, di mana lokasi titik pemantauan lebih rendah dari pada ufuk atau cakrawala.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1923 votes

Idealnya posisi pemantauan dan cakrawala harus berada di posisi yang sama agar posisi hilal dapat terlihat lebih mudah.

Baca Juga :  Sabhara Polres Tarakan Pantau SPBU, Pastikan Stok BBM Lancar dan Aman

Tantangan lain berupa adanya awan tebal yang masih berada di ufuk menyulitkan petugas untuk melihat hilal tersebut.

Meskipun saat ini ketinggian hilal berada pada posisi 7 derajat 54 nenit, dan standarnya berada di ketinggian 3 derajat seharusnya sudah memasuki bulan baru.

“Peluangnya kecil ya, karena adanya kendala ini menyulitkan kita untuk melihat hilal pada pantauan kali ini, namun karena posisi hilal saat ini seharusnya sudah memasuki bulan baru,” ujar M. Sulam Khilmi.

Baca Juga :  Ratusan Pasien RSUD JSK Dievakuasi Akibat Kepulan Asap Muncul di Lantai 3, Kipas Angin Diduga Pemicu Asap

Di kesempatan yang sama, Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Bimbingan Masyarakat Islam Kanwil Kemenag Kaltara, H. Muhamamad Saleh menuturkan usia bulan yang saat ini sudah mencapai 16 jam itu tidak tampak di wilayah Tarakan.

Ia berharap agar nantinya hilal dapat dilihat dari wilayah lain di seluruh indonesia, guna dapat dibawa ke sidang Isbat Kemenag RI dan hasil sidang tersebut akan menjadi acuan 1 Ramadan nantinya.

Baca Juga :  79 Peserta Meriahkan Pawai Takbir di Tarakan

“Meskipun hilal tidak terlihat di sini, kami mengimbau tetap mengikuti sidang Isbat nanti malam, agar kita mendengar bersama-sama kapan penentuan 1 Ramadan,” pungkasnya (*).

Reporter: Hendra Rivaldo

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *