Cuaca Cerah Bikin Gerah? BMKG Jelaskan 2 Faktor Penyebabnya

benuanta.co.id, TARAKAN – Dua hari belakangan ini cuaca di Kalimantan Utara (Kaltara) didominasi dengan kondisi cerah. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tarakan pun turut melakukan analisis terhadap kondisi cuaca tersebut.

Dikatakan Forecaster BMKG Tarakan, Ida Bagus Gede Yamuna, kondisi cuaca ini dipengaruhi oleh faktor global yang tidak terjadi secara signifikan seperti pola angin dan sirkulasi berputar.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1940 votes

“Karena kedua faktor itu tidak menunjukan pola yang signifikan maka itulah yang menjadi dasar kenapa cuaca di Kaltara itu cerah berawan dan mentoknya berawan,” katanya saat dihubungi, Ahad (12/3/2023).

Baca Juga :  Selama Febuari Jumlah Penumpang Angkutan Laut Capai 11.765 Orang

Ia menyampaikan, prediksi cuaca cerah berawan ini masih terus berlangsung hingga beberapa hari ke depan. Hal ini dikarenakan terdapat sirkulasi berputar di sebelah timur laut dari Sulawesi Utara. Sirkulasi berputar ini cenderung bergerak ke arah barat laut dan diprediksi akan bergerak mendekati wilayah Kalimantan.

“Sehingga ketika mendekati pulau Kalimantan. Kondisi cuaca yang didominasi cerah menjadi hujan yang biasa terjadi pada malam hingga dini hari. Itu antar tiga hingga lima hari dari hari ini,” urainya.

Baca Juga :  Perekaman e-KTP di Kaltara 98,68 Persen

Kondisi cerah berawan ini diungkapkan Bagus tak terjadi di seluruh wilayah Kaltara. Kabupaten Malinau dan Nunukan juga masih dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga petir.

“Ada beberapa kecamatan di kabupaten itu yang masih hujan. Tapi skala hujannya tidak seluar beberapa waktu sebelumnya,” lanjutnya.

Sementara untuk kondisi perairan sendiri, ketinggian gelombang terpantau berada pada kategori sedang dengan ketinggian 1.25 hingga 2.25 meter. Kecepatan angin sendiri diprediksi 2 hingga 20 knots.

Baca Juga :  Perekaman e-KTP di Kaltara 98,68 Persen

“Kalau kecepatan angin di Kaltara atau perairan Sulawesi bagian Barat ada potensi lebih dari 15 knots. Sehingga teman-teman nelayan juga harus waspada ketika hendak beraktivitas di perairan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *