Harapkan Ada Tindak Lanjut Janji Presiden RI soal BBM Subsidi untuk Nelayan

benuanta.co.id, Tarakan – Kehadiran Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo di tengah masyarakat nelayan pada 28 Februari 2023 lalu membuat masyarakat nelayan sangat mengharapkan tindak lanjut permasalahan yang mereka keluhkan.

Tak hanya mendengarkan dan mencatat semua keluhan nelayan, masyarakat berharap orang nomor satu di Indonesia itu dapat menginstruksikan jajarannya agar menindaklanjuti apa yang sudah dijanjikan kepada nelayan. Diketahui, bahwa nelayan sangat mengeluhkan persoalan BBM Subsidi.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
1926 votes

“Itu harapan besar kita loh. Kita maunya BBM ada pas kita mau pergi melaut. Sekarang kan nyatanya setiap kita mau melaut BBM-nya tidak ada di setiap APMS,” ujar Ketua Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kaltara, Rustan Jumat (10/3/2023).

Baca Juga :  Khatib Ingatkan Jaga Kualitas Ibadah dan Silaturahmi

Pada permohonan kepada presiden kemarin pun, permintaan menyoal BBM Subsidi juga telah dicatat dan diketahui Jokowi akan segera menyampaikan hal ini kepada Kementrian Kelautan dan Perikanan RI.

Selain BBM, Rustan menyampaikan agar Kampung Nelayan yang terletak di Tanjung Pasir juga dapat ditata oleh pemerintah seperti dengan wilayah lainnya. Menurutnya, wilayah lain perkampungan nelayan lebih tertata karena dibantu oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca Juga :  Arus Balik Padati Dermaga Pelabuhan Tengkayu I Tarakan 

“Ya pasca kunjungan presiden kita ya ada pembangunan juga. Kita juga sampaikan persoalan pemberdayaan, pelindungan sosial secara nasional juga,” tambah dia.

Terpisah Camat Tarakan Timur, Hasman Parigi menerangkan kunjungan presiden pada Februari lalu di Kampung Nelayan di luar dugaannya. Terlebih, selama ini masyarakatnya kerap kali mengeluh kepada dirinya seperti bagaimana nelayan terpenuhi soal BBM Subsidi.

Baca Juga :  RSUD JSK: Terima Kasih Kerja Sama Semua Pihak Sigap dan Tanggap Menangani Kejadian

“BBM juga kan agak susah untuk nelayan. Kalau kuota saya tidak tahu. Tapi kita juga harus membuat bagaimana pemerintah memperhatikan para nelayan-nelayan yang juga bekerja menghidupi keluarga ini,” terangnya.

Pihaknya juga telah mengeluarkan surat rekomendasi menyoal BBM kepada nelayan berdasarkan surat keterangan tukang kapal dan dinilai telah tepat sasaran.

“Nelayan juga menggunakan alat tangkap yang tradisional. Ya kita harap perhatiannya dari pemerintah,” tutupnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *