Pandangan Psikolog Soal Kasus Ibu Bunuh Anak Tiri di Sebatik

benuanta.co.id, NUNUKAN – Maryati (35), seorang ibu di Desa Liang Bunyu, Kecamatan Sebatik Barat, Kabupaten Nunukan ditangkap polisi diduga telah melakukan pembunuhan terhadap anak tirinya. Dia diduga melakukan pembunuhan dengan cara memukul leher korban dengan balok.

Anak tirinya yang menjadi korban akibat pukulan brutal itu yakni AS (9). Sontak peristiwa ini viral melalui pemberitaan dan sosial media.

Kasus ini menuai beragam respons publik, termasuk tuduhan bahwa si ibu tiri ini begitu tega dan kejam membunuh anak tirinya. Psikolog di Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, Pila Hamesya Nutong mengajak untuk melihat kasus ini dengan lebih komprehensif, tidak hanya dari satu sisi saja.

Baca Juga :  Gegara Bakar Ranting, Lahan Seluas 1 Hektare di Desa Binalawan Terbakar

Sebelum turun ke lapangan ada permohonan untuk melakukan pemeriksaan psikologis dari Polres Nunukan ke Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSP3A) Nunukan, sehingga pihaknya melakukan pemeriksaan secara psikologis.

“Setelah kita melakukan pendampingan sampai pada pengakuan tersangka yang saya lihat paling besar adalah konflik internal dia sendiri,” kata Pila Hamesya, kepada benuanta.co.id, Rabu 8 Maret 2023.

Baca Juga :  Kasus WNA Malaysia Pembawa Kosmetik Ilegal akan Dilimpahkan ke Jaksa

Konflik internal adalah beban yang dipikul sebagai ibu sambung, selain itu dia juga memiliki anak kandung, ditambah kondisi ekonomi yang tidak mendukung dan harus bekerja. Selain mengasuh anak tiri, apalagi baru menikah dia juga harus menyesuaikan diri dengan anak tirinya.

“Anak sambung ini masih kecil, mungkin saja nakal, bandel itu juga menjadi tekanan bagi dia, sebab itulah muncul perilaku kekerasan perbal, kemudian kekerasan fisik seperti pemukulan dengan mencelakai,” jelasnya.

Baca Juga :  Oknum ASN Disdukcapil Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka Dugaan Pelecehan Seksual

Pila Hamesya melihat ada beban seorang ibu yang berat, baik psikis maupun beban mental dan tanggung jawab sehingga memicu terjadinya kekerasan.(*)

Reporter: Darmawan

Editor: Ramli

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2854 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *