Waspada Baby Blues, Dokter Kejiwaan Sarankan Konseling Sebelum Pernikahan

benuanta.co.id, TARAKAN – Kesedihan dan kecemasan pasca melahirkan atau yang dikenal baby blues syndrom sering sekali terjadi pada ibu muda. Biasanya baby blues syndrom muncul sekitar dua hari sampai tiga minggu sejak kelahiran bayi.

Salah satu dokter Spesialis Kejiwaan RSUD dr. H Jusuf SK, dr. Rahmawati Nur Indah, Sp.KJ mengatakan kondisi ini terjadi ketika ibu muda yang biasanya memiliki keseharian yang bebas dan aktif kemudian harus menyesuaikan dengan menghadapi bayi yang baru lahir.

“Tiba-tiba ada sosok bayi didekatnya yang harus diurus. Harus bangun malam. Itu juga mempengaruhi seperti hormon sejak hamil sampai melahirkan. Sehingga perubahannya ke baby blues,” katanya kepada Benuanta.

Hal ini pun juga dikarenakan faktor suami yang tadinya memberi perhatian lebih ke ibu beralih kepada bayi yang baru saja hadir di hidup mereka. Perubahan situasi inilah yang membuat kecemasan dan ketakutan pada ibu muda.

“Dia (ibu muda) itu sedih. Menangis juga kenapa harus mengalami situasi yang seperti ini. Tapi dia juga sayang dengan bayinya. Mungkin belum siap saja yang tadinya tidak anak anak terus kemudian ada anak,” lanjut dia.

Baca Juga :  RSUD dr. H Jusuf SK dapat Pengampuan Kemenkes RI untuk Penanganan Pasien Stroke

Menurut teori kejiwaan, kecemasan dan ketakutan pasca melahirkan bayi ini dikatakan tidak wajar. Untuk itu perlu dilakukan kompromi atau edukasi khusus sebelum melakukan pernikahan atau merencanakan momongan.

Guna mengantisipasi baby blues syndrom pada ibu muda perlu dilakukan konseling di awal kehamilan.

“Kesiapan itulah yang harus dipersiapkan. Mereka menikah dan ibu mengandung itu yang seharusnya di konseling kan terlebih dahulu,” tambahnya.

Pada konseling di awal pernikahan maupun awal kehamilan nantinya akan ada batasan umur yang ideal untuk pasangan menikah. Terlebih pada usia ibu subur yakni usia 20 ke atas.

“Makanya ada surat rekomendasi juga batasan usia menikah. Di situ ada kematangan tingkat reproduksi, psikologisnya juga. Itu pentingnya kalau mau menikah apalagi anak usia remaja atau belia,” ungkapnya.

Baca Juga :  RSUD dr. H Jusuf SK dapat Pengampuan Kemenkes RI untuk Penanganan Pasien Stroke

Namun, tak dipungkiri faktanya baby blues syndrom ini tak hanya terjadi pada wanita muda. Seperti pada usia tua juga kerap kali terjadi syndrom ini. Terlebih apabila ibu tersebut bekerja aktif, memiliki kebiasaan memperhatikan penampilan kemudian dihadapkan dengan bayi selama 24 jam.

Dokter Indah lebih jauh menguraikan, baby blues syndrom tak hanya terjadi pada anak pertama. Bisa saja terjadi pada anak kedua dan seterusnya apabila penanganan tidak tuntas dilakukan.

“Bisa saja di anak pertama baby blues. Anak kedua belum tentu. Itupun kalau dia belajar dari pengalaman yang diawal bisa saja tidak terjadi. Lain hal kalau baby blues tidak teratasi terus dengan kemunculan anak yang usianya dekat. Kalau tidak diselesaikan maka bisa depresi,” urainya.

Kondisi ini dapat menjadi depresi karena ibu muda yang belum dapat melakukan penyesuaian. Jika tak teratasi akan menjadi depresi Postpartum. Depresi ini pun beresiko tinggi dan akan berdampak pada masa mendatang. Di Indonesia sendiri kasus depresi ini melebihi 2 juta kasus pertahun yang ditangani oleh tim medis profesional.

Baca Juga :  RSUD dr. H Jusuf SK dapat Pengampuan Kemenkes RI untuk Penanganan Pasien Stroke

“Jadi diatasinya bisa dengan suami yang bekerjasama dengan istri. Misal pada saat suami pulang ke rumah dapat membantu mencuci pakaian atau pekerjaan rumah tangga. Kalau ibu mau istirahat atau mau mandi bisa berbagi pekerjaan dengan suami. Jadi ibu tidak merasa dia sendirian,” ujarnya.

Kerjasama yang dimaksud bertujuan untuk memberikan kembali ruang bagi ibu. Seperti waktu untuk me-time atau sekadar berkumpul dengan teman-temannya. Dengan catatan pembagian kerjasama ke orang sekitar maupun suami dapat disepakati. (adv)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Yogi Wibawa

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2902 votes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *