Desa Sengkong Bakal Jalin Kerjasama Kembangkan Kebun Kelapa Hibrida

benuanta.co.id, TANA TIDUNG – Tingkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) serta ekonomi masyarakat kecil, Kepala Desa (Kades) Sengkong, Kabupaten Tana Tidung, Sulaiman berencana melakukan kerjasama pembangunan ekonomi bersama dengan salah satu perusahaan pengembang perkebunan kelapa hibrida, yakni PT. Agricoal Indonesia Makmur (AIM).

Sulaiman mengatakan saat ini dirinya sudah melakukan penandatangan perjanjian kerja sama bersama PT.AIM, di mana Pemdes Sengkong akan memberikan ijin kepada PT. AIM untuk menggunakan lahan seluas 8.900 hektare untuk digunakan sebagai lahan pengembangan kelapa hibrida.

Calon Gubernur Kalimantan Utara 2024-2029 Pilihanmu
2084 votes

“Yang saya setuju, kita siap berkominten kepada pihak PT. AIM untuk menjamin tindak adanya tumpang tindih terhadap masyarakat, saat menggarap lahan desa. Namun dengan catatan, PT.AIM juga siap berkomitmen untuk Pemdes Sengkong memfasilitasi warga jika nantinya ada gugatan,” kata Sulaiman pada, Senin, 13 Februari 2023.

Ia menambahkan saat ini Bupati KTT Ibrahim Ali juga sangat mendukung adanya investor yang mau membangun KTT. Asal bisa memanfaatkan SDM lokal dan membantu warga dalam meningkatkan ekonomi Daerah.

“Penggunaan SDM lokal itu wajib dan hal itu juga sudah disepkati oleh PT.AIM. Dimana nantinya, dalam progresnya pembangunannya PT. AIM harus melibatkan SDM lokal KTT, khususnya SDM Desa Sengkong,” ujarnya.

Dalam progres pengembangan perkebunan kelapa hibrida ini, dijelaskan Sulaiman, nantinya pihak PT. AIM tidak hanya akan membangun perkebunan untuk kebutuhan pihak perusahaan saja. Namun juga mendorong masyarakat lokal untuk membangun perkebunan kelapa hibrida secara mandiri, yang bisa diperjual-belikan di perusahaan.

“Yang menarik adalah PT.AIM tidak hanya membuat tanaman jadi. Tapi juga menjual produk jadi yang berasa dari kelapa hibrida, hal ini tentunya akan sangat menguntungkan kita. Apalagi bagi masyarakat yang nantinya ikut membuat perkebunan kelapa hibrida. Karena hasilnya nanti bisa langung dijual di perusahaan, sehingga tidak pusing memikirkan masalah pasar dari kelapa hibrida,” terangnya.

Dengan adanya manfaat dari progres pengembangan perkebunan kepala hibrida ini, Sulaiman pun berharap agar perkebunan kelapa hibrida bisa selesai di tahun 2023 ini.

“Kalau dari desa dan Pemkab kan sudah, tinggal dari BPN pusat saja lagi dan semoga di tahuh ini sudah bisa dimulailah perkebunan ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Yogi Wibawa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *