Lestarikan Budaya, Rayakan Ulang Tahun dengan Baju Adat Tidung

benuanta.co.id, MALINAU – Ada banyak cara untuk menjaga dan memelihara kebudayaan di Kalimantan Utara (Kaltara). Salah satunya memperkenalkan baju adat.

Biasanya baju adat digunakan anak-anak usia TK, SD, sampai SMA maupun orang dewasa dalam berbagai momentum penting seperti ulang tahun kota/kabupaten, peringatan Kemerdekaan Indonesia, atau peringatan hari Kartini.

Tapi akan menjadi unik jika baju adat digunakan sebagai dress code dalam perayaan ulang tahun. Ini yang tampak dalam perayaan ulang tahun istri Samsul Hadi yakni Nurdiana US yang memasuki usia ke 46 Tahun.

Nampak keduanya menggunakan pakaian khas suku Tidung di perayaan pesta ulang tahun yang digelar di Jalan pemerintahan, Kabupaten Malinau nampak seperti perayaan HUT RI di Istana Negara Jakarta.

Samsul Hadi mengatakan, perayaan ulang tahun ke 46 istrinya sengaja menggunakan pakaian adat dengan tujuan untuk memperkenalkan adat budaya suku Tidung yang ada di Kaltara mulai dari baju, celana dan sesingal.

Selama ini dia melihat setiap perayaan ulang tahun biasanya dengan nuansa Eropa, baik itu perayaan anak-anak maupun orang dewasa semuanya sama menggunakan baju pesta yang mencontohkan kebarat-baratan.

“Jadi tujuan kami menggunakan pakaian adat adalah tradisi suku Tidung, seperti pakaian yang saya gunakan ini bersama dengan istri tak lain selain melestarikan budaya tentu memberikan motivasi kepada generasi muda agar tidak melupakan budaya,” kata Samsul Hadi, Senin (30/1/2023).

Menurur dia, melestarikan budaya itu juga bisa dengan berbagai macam acara dilakukan seperti perayaan ulang tahun, atau selamatan serta acara keluarga, yang penting momentumnya menunjukkan kebudayaan.

“Apa yang kami lakukan ini merupakan sebuah contoh bagi generasi muda, agar bisa mengikuti sehingga budaya akan tetap dilestarikan, jangan terus menerus mengikuti dari ke Eropa-an saja,” jelasnya.

Menurutnya budaya ke Eropa-an sebaiknya dihilangkan. Selama ini ia menilai acara budaya hanya dilakukan di acara tertentu saja.

“Jadi ini yang ingin kita pelan-pelan rubah secara perlahan-lahan,” imbuhnya. (*)

Reporter: Darmawan

Editor : Nicky Saputra 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *