Selesai Jalani Hukuman di Barito Timur, Residivis Penggelapan Diciduk Ditreskrimum Polda Kaltara

benuanta.co.id, BULUNGAN – Usai menjalani penahanan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Temiang Layang Kabupaten Barito Timur, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), pria bernama MY alias Usup (33) kembali harus berhadapan dengan hukum.

Pasalnya, yang bersangkutan masih memiliki kasus yang belum tuntas yang ditangani oleh Subdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltara berupa tindak pidana penggelapan.

Direktur Reskrimum Polda Kaltara Kombes Pol Taufik Herdiansyah melalui Kanit Jatanras Subdit III Ditreskrimum Polda Kaltara, IPDA Mardiman mengatakan pelaku tindak pidana penggelapan ini sebelumnya beraksi dengan modus mengaku sebagai anggota kepolisian.

Baca Juga :  Dibekuk di Kebun, Pria Ini Sembunyikan Puluhan Paket Sabu di Sela Pohon Kelapa

“Kami amankan pelaku pada hari Kamis 19 Januari 2023 dari Rutan Kelas II B Tamiang Layang. Pelaku baru saja selesai menjalankan hukuman,” ucapnya kepada benuanta.co.id, Senin 23 Januari 2023.

Dia menjelaskan jika pelaku MY juga merupakan residivis kasus penggelapan pada tahun 2017 dan tahun 2021, kembali diamankan oleh tim Jatanras Polda Kaltara pada tanggal 19 Januari 2023 dengan kasus yang sama.

Baca Juga :  Bupati Wempi Himbau Masyarakat Jaga Kondusifitas dan Percaya pada Proses Hukum

Tim Jatanras mendapatkan informasi pelaku tindak pidana penggelapan dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Jalan Poros Tanjung Selor-Berau akan selesai menjalani masa hukumannya di Rutan Kelas II B Temiang Layang pada tanggal 19 Januari 2023.

“Setelah mendapatkan informasi ini tim Jatanras langsung menuju ke Rutan Kelas II B Temiang Layang untuk menjemput tersangka selanjutnya untuk dibawa ke kantor Ditreskrimum,” tuturnya.

Baca Juga :  Tok! Hakim Tolak Permohonan Pra Peradilan Tersangka Penggelapan Lahan

Tak hanya pelaku, polisi berpakaian preman telah mendapatkan barang bukti berupa 2 unit sepeda motor merek Yamaha NMax warna hitam dan motor merek Honda Vario warna navy.

“Pelaku dijerat dengan Pasal 372 KUHP tentang penggelapan yang ancaman hukumannya 4 tahun,” pungkasnya.(*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *