Balita Bisa Alami Hidrosefalus, Bagini Penjelasan Dokter Anak

benuanta.co.id, TARAKAN – Muhammad Hanif balita usia 26 hari sedang berjuang melawan rasa sakit setelah mengidap hidrosefalus. Kini Muhammad Hanif sedang berada di RSUD dr JSK dalam perawatan intensif. Sebelumnya, Hanif dirujuk dari RSUD Ahmad Berahim Tideng Pale pada Jumat, 6 Junauari 2023.

Hidrosefalus merupakan masalah kesehatan yang umum dialami oleh bayi dan anak-anak, yang ditandai dengan penumpukan cairan di rongga otak. Cairan tersebut akan meningkatkan tekanan pada otak, sehingga membuat ukuran kepala membesar.

Saat dikonfirmasi, Dokter Spesialis Anak RSUD dr. H Jusuf SK, dr. Franky Sientoro, Sp.A., membenarkan bahwa balita tersebut tengah mendapatkan perawatan intensif. Sebelumnya ia juga pernah menangani kasus serupa saat bayi tengah berada di dalam kandungan.

Baca Juga :  Kemensos Optimis Penerimaan PKH di Kaltara Meningkat

“Jadi ini dari dalam kandungan, ya kelainan bawaan di mana saluran yang harusnya untuk mengalihkan cairan otak tidak terbentuk dan tersumbat sehingga kepalanya membesar terus,” jelasnya saat dihubungi, Senin (9/1/2023).

Untuk itu harus ada tindakan guna membuat saluran baru agar cairan otak mengalir ke dalam cairan perut untuk diserap kembali oleh tubuh. Penyakit ini dikatakannya dapat membaik jika ditangani dengan cepat.

“Harus operasi karena membuat saluran, agar cairan yang tersumbat bisa mengalir kembali,” sebutnya.

Adapun penyakit ini sebenarnya sudah diketahui sejak di dalam kandungan, namun Hidrosefalus juga dapat terjadi pasca bayi dilahirkan. Terlebih jika terdapat infeksi otak sehingga cairan dalam otak tersumbat.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kaltara akan Kawal Aspirasi Masyarakat yang Disampaikan ke Mensos

Franky menguraikan banyak faktor-faktor yang menyebabkan kondisi balita tumbuh dengan tidak selayaknya bayi normal lainnya. Pihaknya pun masih terus melakukan pengkajian terhadap faktor-faktor tersebut.

“Biasanya faktor vitamin, lebih banyak multi faktor, ya berbahaya dong kalau cairan otak tersumbat nanti nafasnya juga terganggu terjadi penyumbatan pernafasan bisa meninggal dunia.

“Kalau pasiennya ada juga yang sampai meninggal dan ada juga yang membaik, bahkan beberapa pasien kita kalau ditangani lebih awal bisa membaik,” bebernya.

Baca Juga :  Pengendalian Inflasi Tingkat Provinsi Kaltara Peringkat 5 Terbaik Nasional

Adapun ciri-ciri penyakit ini yakni ukuran kepala balita yang cenderung membesar. Biasanya pihaknya akan terus melakukan pengukuran terhadap kepala pasien.

Ia juga berpesan saat mengandung, ibu harus memperhatikan lagi kebutuhan vitamin serta imunisasi bagi ibu hamil harus rutin dilakukan.

“Pasien saat ini masih dalam perawatan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, pihak keluarga Muhammad Hanif membuka donasi untuk keperluan operasi pasien. Donasi dapat disalurkan langsung ke rumah pasien Desa Tideng Pala RT. 07 Pasar Imbayud atau via transfer BRI 337601039189534 An. Fitriyana atau dengan menghubungi 082148004985 (Yon Hermansyah). (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor : Nicky Saputra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *