Festival Meja Panjang Desa Pimping Sukses Tarik Perhatian Wisatawan Lokal

benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Festival adat meja panjang Desa Pimping, Kabupaten Bulungan, sukses tarik perhatian wisatawan lokal dan dongkrak ekonomi warga yang ada di Desa Pimping.

Saat dikonfirmasi Kepala Desa Pimping, Yancer Mariton dalam sambutannya mengatakan kalau festival adat meja panjang ini merupakan kegiatan tahunan yang rutin dilakukan oleh warga Pimping sebagai bentuk rasa syukur dari hasil panen pertanian, rasa syukur pergantian tahun dan mempererat silaturahim antar warga Pimping dengan saling berbagi makanan dalam satu wadah meja panjang.

Baca Juga :  Maling Uang dan Hp di Tanjung Selor Ditangkap Polisi di Tarakan

“Keunikannya ada pada makan bersama dalam satu meja, makanya setiap kegiatan ini diadakan warga dari desa tetangga juga datang untuk menikmati makanan yang ada di meja panjang,” kata Yancer Rabu, 04 Januari 2022.

Dari banyaknya wisatawan lokal yang datang ini, ternyata mampu mendongkrak aktivitas ekonomi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Desa Pimping.

Baca Juga :  Koramil Berikan Arahan ke Babinsa untuk Tingkatkan Pengamanan Wilayah

Yesi, salah satu pelaku UMKM mengaku bersyukur kalau kegiatan yang harusnya menjadi ajang saling berbagi ini, malah membawa rejeki tersendiri bagi usahanya.

“Setidaknya lebih ramai dari hari biasanya dan tentunya kita sangat bersyukur dan terbantulah sebagai pedagang kecil,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Kabupaten Bulungan, Syarwani menuturkan kalau festival adat meja panjang ini merupakan warisan luhur dan kebanggaan bagi warga Bulungan. Sehingga harus dijaga dan dilestarikan agar tidak pudar tergerus waktu.

Baca Juga :  Tanggul Jebol di Perusahaan Batu Bara di Bunyu Diselidiki Polisi

“Tidak hanya makan bersama, tapi begitu banyak kesenian yang ditampilkan disini dan tentunya kita harus bangga karena tradisi ini sudah ada sejak ratusan tahuh lalu dan bertahan hingga saat ini,” lanjutnya lagi.

“Secara pribadi saya menyampaikan agar warga Pimping setidaknya bisa menjaga tradisi ini dan menjadikannya wajah bagi warga Pimping,” pungkasnya. (*)

Reporter: Osarade

Editor: Matthew Gregori Nusa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *