Stok Kantong Darah di PMI Bulungan Saat Ini Masih Mencukupi

benuanta.co.id, BULUNGAN – Ketersediaan stok darah di markas Palang Merah Indonesia (PMI) Jalan Cendrawasih, Tanjung Selor untuk golongan A masih tersedia 10 kantong darah dan golongan B 8 kantong namun golongan O dan AB 0 kantong.

Dokter Fungsional Unit Tranfusi Donor Darah PMI Bulungan yakni dr.H.I.Budi Santoso.MSi mengatakan, update stok darah dilakukan sesuai kebutuhan.

“Tidak di update setiap hari. Tapi sesuai kebutuhan terutama golongan darah orang Indonesia O sama A,” ungkapnya Senin (2/1/2022).

Baca Juga :  Jalan Usaha Tani di Bulungan akan Dibenahi Tahun Ini

Sebelumnya Ia menjelaskan apa bila salah satu ketersediaan golongan darah mulai habis, PMI Bulungan pastikan selalu menyediakan 2 stok kantong darurat.

“Biasanya kalau tidak sampai kosong stok darah ini kita sisakan 2 kantong darurat takutnya kalau ada kebutuhan mendadak permintaan di rumah sakit,” tuturnya.

Sebagai informasi menurutnya masa berlaku stok kantong darah di PMI Bulungan selama 2 minggu.

“2 minggu dan selama ini selalu habis dan rutinkan kembali giat donor darah,” ucapnya.

Baca Juga :  Babinsa Imbauan ke Sekolah Tenangkan Isu Percobaan Penculikan  

Kemudian untuk memenuhi kebutuhan stok empat kantong golongan darah di PMI, pihaknya menilai tidak ada kesulitan bahkan selama ini tingkat kepedulian masyarakat Kabupaten Bulungan dan berbagai instansi masih tinggi

“Contohnya kemenag besok mau mengadakan giat donor darah, lalu TNI Polri setiap bulan selalu adakan donor darah. Di sini tidak seperti di luar kota yang mana kantong darah bisa dijual, di sini tidak ada dijual,” bebernya.

Baca Juga :  Kantor Pertanahan Kabupaten Bulungan Sebut Aset Pemkab Masih Ada yang Belum Bersertifikat

Pada satu sisi, Ia juga telah lakukan penelitian tentang perkembangan jumlah penduduk di Bulungan mulai makin meningkat sehingga dapat dipastikan kebutuhan kantong darah pun bertambah.

“Rumah sakit di sini dokter bedahnya ada tiga dokter kandungan dua, dokter spesialis anak ada 5, hanya spesialis penyakit dalam cuma 1. Penduduknya makin banyak ditambah lagi dokter bedah dan anak ini paling banyak membutuhkan kantong darah,” pungkasnya.(*)

Reporter: Georgie Silalahi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *