Anggaran Rehab Rp 2 Miliar, Gedung Kesenian Rakyat Tanjung Palas Kembali Beroperasi

benuanta.co.id, Tanjung Palas – Usai mendapatkan sentuhan anggaran dari Pemerintah Kabupaten Bulungan, Gedung Kesenian Rakyat (GKR) Tanjung Palas kini dapat difungsikan seperti sediakala.

Adapun rehab yang dilakukan berupa perbaikan pada atap yang sudah lapuk dan hampir roboh serta penataan lahan parkir yang memakan biaya sebesar Rp 2 miliar.

Bupati Bulungan Syarwani menjelaskan jika rehabilitasi bangunan tersebut sudah sepantasnya dilakukan, pasalnya sangat berisiko jika dibiarkan.

“Bangunan ini hampir 10 tahunan tidak tersentuh. Karena memang kondisi fisik bangunannya kalau digunakan itu berbahaya. Makanya aktivitas di gedung selama itu kita tiadakan,” ujarnya kepada benuanta.co.id, Selasa 27 Desember 2022.

Baca Juga :  Tanggul Jebol di Perusahaan Batu Bara di Bunyu Diselidiki Polisi

Dia mengatakan peruntukan Gedung Kesenian Rakyat tersebut tidak hanya untuk kegiatan seni saja, namun dapat digunakan untuk hajatan, resepsi pernikahan warga masyarakat.

“Alhamdulillah melalui APBD 2022, pelan-pelan melakukan pembenahan terutama atapnya, plafon termasuk parkirannya, pembenahan ukiran dan pengecatan kembali,” ucap Syarwani.

Syarwani berharap GKR itu menjadi pusat sentral kegiatan budaya masyarakat khususnya yang ada di Tanjung Palas. Salah satunya melalui organisasi masyarakat Dedur Belungon dapat memanfaatkan gedung tersebut.

Baca Juga :  Babinsa Imbauan ke Sekolah Tenangkan Isu Percobaan Penculikan  

Untuk diketahui, GKR ini telah ada sejak zaman Kesultanan Bulungan. Agar tetap lestari dan terjaga, maka diperlukan perawatan salah satunya dengan pemugaran dan peremajaan kembali bangunan yang sudah ada.

“Supaya kita bisa meneruskan dan melestarikan warisan budaya kearifan lokal masyarakat Bulungan. Masyarakat Bulungan bebas menggunakan gedung kesenian ini. Dulu ini digunakan untuk musyawarah, kawinan, aktivitas kesenian,” tuturnya.

Baca Juga :  PKL di Tepian Sungai Kayan Bakal Ditertibkan Satpol PP Bulungan

Untuk itu setelah direhab, maka harus ada pengaturan GKR salah satunya oleh Dedur Belungon untuk merawat dan menjaganya. Pasalnya jika terawat maka usia bangunan juga akan panjang.

“Pengelolanya nanti ditunjuk oleh Yayasan Museum Kesultanan Bulungan terhadap beberapa orang yang merawat dan membersihkan. Tidak free juga kalau ada kawinan maka ada retribusi, ini juga digunakan untuk air bersih dan listrik,” pungkasnya. (*)

Reporter: Heri Muliadi

Editor: Ramli

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *