benuanta.co.id, TARAKAN – Pernyataan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang menyebutkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional cukup untuk sekitar 20 hari ke depan di tengah dinamika geopolitik dunia turut menjadi perhatian berbagai daerah. Menanggapi hal tersebut, Pertamina membeberkan kondisi distribusi dan ketersediaan BBM di wilayah Kalimantan Utara yang hingga saat ini.
Sales Branch Manager Kaltimut V Fuel, Muhammad Naufal Atiyah, mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi intensif dengan Fuel Terminal Tarakan untuk memastikan kondisi stok di daerah tetap terkendali. Koordinasi tersebut juga menindaklanjuti berbagai informasi yang beredar di tingkat nasional terkait kondisi energi global.
“Kami sudah koordinasi intensif juga dengan Fuel Terminal Tarakan, termasuk menanggapi statement yang beredar di media terkait kondisi BBM,” ungkapnya, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan, dinamika geopolitik dunia memang berpotensi mempengaruhi sektor energi, khususnya BBM non-subsidi yang sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga minyak global. Namun untuk saat ini belum ada arahan khusus dari pemerintah terkait perubahan kebijakan di tingkat daerah.
“Memang mau tidak mau kondisi yang terjadi di dunia akan berdampak pada BBM, terutama yang nonsubsidi,” jelasnya.
Naufal mengatakan hingga saat ini belum ada instruksi resmi yang diterima oleh pihaknya terkait perubahan kebijakan distribusi ataupun harga BBM subsidi. Kebijakan tersebut sepenuhnya berada di bawah kewenangan pemerintah pusat.
“Untuk saat ini di tingkat kami belum diberikan arahan apa pun, terutama yang berkaitan dengan BBM subsidi karena itu tergantung arahan pemerintah langsung,” katanya.
Ia menambahkan, berbeda dengan BBM subsidi, harga BBM non-subsidi memang bersifat fluktuatif karena dipengaruhi dinamika pasar dan kondisi global. Meski begitu, hingga saat ini belum ada perubahan harga yang diberlakukan. “Kalau untuk nonsubsidi itu memang fluktuatif tergantung dinamika pasar, tapi per detik ini belum ada arahan apa pun terkait perubahan harga,” tambahnya.
Menanggapi kondisi geopolitik internasional yang turut mempengaruhi sektor energi, Naufal menerangkan dampaknya memang ada, baik terhadap harga maupun distribusi BBM. Namun besaran dampak tersebut berada di luar kewenangannya untuk dijelaskan secara rinci.
“Dampaknya tentu ada, tapi seberapa besar saya tidak punya kapasitas untuk menjawab hal tersebut,” terangnya.
Meski demikian, ia memastikan kondisi stok BBM di wilayah Kalimantan Utara hingga saat ini masih dalam kondisi aman dan stabil. Bahkan, ketersediaan BBM diproyeksikan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga menjelang Idulfitri. “Per hari ini dan untuk ke depannya kondisi stok Kalimantan Utara aman hingga akhir bulan dan Idulfitri,” ujarnya.
Selain faktor konflik global, ia juga menyinggung pengaruh perang terhadap harga minyak dunia yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi sektor energi di berbagai negara. Namun untuk kebijakan harga di dalam negeri, keputusan sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat
“Faktor perang memang berdampak ke harga minyak dunia, tapi untuk kebijakan di dalam negeri itu ranah pemerintah pusat,” tuturnya.
Di sisi lain, ia membeberkan Pertamina pusat telah mengambil langkah antisipatif dengan menjalin kerja sama pasokan energi dengan sejumlah wilayah di luar Timur Tengah. Langkah ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan dan memperkuat cadangan energi nasional.
“Pertamina pusat saat ini juga sudah melakukan MoU dengan wilayah-wilayah non-Middle East untuk memastikan kapasitas pasokan tetap terjaga,” katanya.
Dengan berbagai langkah tersebut, Naufal memastikan kondisi distribusi dan harga BBM di Kalimantan Utara masih berada dalam kondisi normal. Hingga saat ini juga belum ada arahan yang mengindikasikan perubahan kebijakan terkait harga ataupun distribusi.
“Untuk sekarang harga masih menyesuaikan dan normal, belum ada arahan apa pun dari pemerintah maupun pertamina pusat terkait perubahan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







