benuanta.co.id, TARAKAN – Penerapan sistem pembelian tiket secara online di Pelabuhan Speedboat Tengkayu I dinilai sebagai langkah positif dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sistem ini diharapkan dapat mempermudah penumpang dalam memperoleh tiket sekaligus membuat proses pelayanan lebih tertata, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat saat musim mudik Lebaran.
Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Jufri Budiman, megungkapkan penerapan layanan tiket berbasis sistem atau online merupakan perkembangan yang baik dalam pengelolaan pelayanan transportasi laut di pelabuhan tersebut. Menurutnya, sistem ini membuat proses pembelian tiket menjadi lebih mudah dan transparan bagi masyarakat.
“Pelayanan tiket yang di pelabuhan speed boat Tengkayu yang sudah by system bisa lewat online sekarang saya kira itu bagus,” ungkapnya, Kamis (5/3/2026).
Ia menjelaskan penggunaan sistem online diharapkan dapat mengatasi kesulitan masyarakat dalam mendapatkan tiket yang sebelumnya kerap terjadi saat pembelian dilakukan secara manual. Dengan sistem digital, proses pemesanan dapat lebih teratur dan mudah diakses.
“Memang harapan kami ke depan itu tidak lagi yang sulit untuk didapatkan, bisa by system online,” jelasnya.
Selain itu, kemudahan juga dirasakan dalam proses pembayaran karena masyarakat kini dapat menggunakan metode pembayaran digital seperti QRIS. Hal ini dinilai semakin mempermudah transaksi sekaligus mendukung sistem pembayaran non-tunai. “Pembayarannya juga lebih dimudahkan menggunakan QRIS,” terangnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar tidak ada praktik pemborongan tiket oleh pihak-pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab. Menurutnya, praktik tersebut dapat merugikan masyarakat yang membutuhkan tiket untuk bepergian. “Yang tidak boleh itu ada main borong, ada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.
Jufri menilai penerapan sistem digital sebenarnya dapat membantu mencegah praktik-praktik tersebut apabila dijalankan secara konsisten. Dengan sistem yang tertata, distribusi tiket dapat lebih adil dan terkontrol. “Kalau semuanya by system jadi lebih bisa teratur,” imbuhnya.
Namun Jufri juga mengingatkan potensi kendala teknis, seperti gangguan jaringan, perlu segera diantisipasi oleh pengelola pelabuhan. Terlebih saat ini memasuki periode menjelang Lebaran yang biasanya diikuti dengan peningkatan jumlah penumpang.
“Kalau misalkan ada kendala teknis seperti jaringan, itu harap segera diatasi apalagi sekarang musim Lebaran,” katanya.
Selain soal sistem tiket, Komisi III DPRD Kaltara juga menyoroti kesiapan armada kapal yang beroperasi di Pelabuhan Speed Tengkayu. Jufri menyebut pihaknya telah menekankan kepada instansi terkait, khususnya Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), agar memastikan seluruh armada dalam kondisi siap beroperasi.
“Kami menekankan ke instansi terkait yang memang bagian dari inspektornya untuk memastikan kesiapan armada,” ujarnya.
Ia menegaskan kesiapan armada harus diperiksa secara menyeluruh, mulai dari kondisi badan kapal, mesin, hingga sistem komunikasi yang digunakan selama pelayaran. Hal ini penting untuk menjamin keselamatan penumpang selama perjalanan. “Mulai dari body kapal, mesin, hingga komunikasinya itu harus siap,” bebernya.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya kesiapan posko pelayanan selama arus mudik berlangsung. Petugas harus selalu berada di posko untuk memastikan pelayanan kepada penumpang berjalan dengan baik. “Penekanannya ke posko itu harus ada petugasnya karena di arus mudik ini pasti jumlah penumpang akan meningkat,” lanjutnya.
Selain itu, aspek keselamatan penumpang juga menjadi perhatian utama. Jufri menegaskan agar operator kapal tidak memaksakan kapasitas angkut dan memastikan seluruh alat keselamatan tersedia serta digunakan dengan baik. “Armada itu tidak boleh melebihi kapasitas dan juga alat keselamatan harus selalu digunakan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







