TANJUNG SELOR – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Bulungan, masih menunda sistem pembelajaran tatap muka (PTM) di setiap tingkatan satuan pendidikan. Kebijakan tanpa batas waktu itu dikeluarkan mengingat tren penularan Covid-19 di bumi Tenguyun (sebutan lain Bulungan) masih tinggi.
Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan, Jamaluddin Saleh menjelaskan, PTM dilaksanakan jika pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 mengalami penurunan.
“Pekan depan, kita lakukan survey kesiapan
satuan pendidikan dari tingkat Taman Kanak kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bulungan,” jelasnya kepada benuanta.co.id, rabu (20/1/2021).
Lanjutnya, survey yang dilakukan bersama tim BPBD dan dinas Kesehatan Bulungan dilakukan di enam kecamatan yakni Kecamatan Peso, Peso Ilir, Tanjung Palas Barat, Tanjung Palas Tengah, Sekatak dan Tanjung Palas Timur.
“Empat kecamatan lainnya yakni Tanjung Selor, Bunyu, Tanjung Palas dan Utara masih dalam zona merah covid-19. Perlu perhatian khusus untuk lakukan PTM, tapi beberapa satuan pendidikannya tetap disurvey,” kata pria yang akrab disapa Jamal ini.
Dijelaskannya, petunjuk survey yang dilakukan sesuai dengan SKB seperti memperhatikan ketersediaan sarana sanitasi dan kebersihan seperti toilet dan laya, tempat cuci tangan dengan menyediakan sabun maupun hand sanitizer, akses fasilitas pelayanan kesehatan, kesiapan menerapkan wajib masker, memiliki thermo gun (alat pengukur suhu tubuh) dan terpenting satuan pendidikan mendapatkan persetujuan dari Komite sekolah sebagai perwakilan orang tua murid.
“Jadi survei atau verifikasi ini tindak lanjut dari keinginan sekolah yang menyatakan siap untuk belajar tatap muka yang disetujui komite sekolah. Hasil survey ini kemudian dilaporkan ke bupati bulungan,” ungkapnya.
Ditegaskannya, survey digelar untuk menindaklanjuti daftar periksa yang sebelumnya telah disetor oleh satuan pendidikan melalui sistem online
“selain survei pihaknya bersama tim akan lakukan pemeriksaan kepada tenaga pendidik seperti penyakit penyerta (komorbid). Untuk saat ini belum ada laporan dari satuan pendidikan yang menyatakan murid terpapar covid-19,” tegasnya.
Ia menambahkan, jika proses belajar tatap muka digelar pihak sekolah akan melaksanakan tiga tahapan yakni simulasi, masa transisi dan new normal. Untuk waktu dan jumlah siswa yang belajar pun dibatasi seperti waktu belajar hanya 4 jam.
“Sekolah bisa ditutup kembali, Jjka dalam proses belajar tatap muka ada yang terkonfirmasi positif covid-19. Kemudian, gerak cepat tracking ke warga sekolah dilakukan,” pungkasnya.(*)
Reporter: Victor Ratu
Editor: Ramli







