benuanta.co.id, TARAKAN – Balai Veteriner Banjar Baru Kalimantan Selatan, mengunjungi Tarakan, Kalimantan Utara dalam rangka memastikan kondisi sapi di tengah wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Kunjungan ini dilakukan di tiga tempat, di antaranya Pasir Putih, belakang Kandang Buaya dan Kampung Enam Kota Tarakan.
Medic Veteriner Balai Veteriner Banjar Baru, drh. Indra Wijanarko mengungkapkan pemeriksaan ini mengambil beberapa sampel di antaranya darah, serum, feses dan parasit darah.
“Kita sampling beberapa titik saja, tidak semua kita ambil karena cakupannya cukup banyak kalau semua mau kita ambil,” ungkapnya saat ditemui pewarta, Jumat (10/6/2022).
Ia melanjutkan, bahwa nantinya saat Idul Adha dan sapi disembelih akan ada tim khusus yang turun langsung memeriksa kondisi pasca pemotongan sapi.
Indra melanjutkan, bahwa hingga pemeriksaan hari ini belum ditemukan indikasi wabah PMK menyerang Kalimantan Utara. Adapun pengujian sampel ini memakan waktu tidak cukup lama hanya 3 hari saja.
“Masih hijau, belum ada tanda-tanda wabah PMK. Meskipun ada sempat kami terima laporan tapi sudah diuji dan itu hasilnya negatif,” tukas nya.
Untuk sapi kurban Presiden RI Joko Widodo yang telah diperiksa hari ini sebanyak 1 ekor. Pihaknya masih menunggu arahan untuk pemeriksaan 2 ekor lainnya.
“Itu masih tahap seleksi, di Provinsi 1 nanti kalau Tarakan kita tunggu koordinasi dari pusat,” sebut Indra.
Adapun untuk spesifikasi sapi yang akan dikurbankan memiliki berat minimal 800 kilo dengan jenis sapi luar Limosin.
Terpisah, peternak sapi di Pasir Putih, Soleh membenarkan bahwa pihak Presiden Joko Widodo akan membeli ternak miliknya sebanyak 2 ekor.
“Kalau pesannya dua ekor, tapi kalau sudah diambil sampel darahnya tadi baru satu, yang satunya masih ditahan mas Arif Widodo,” tuturnya.
Selain sudah dipesan oleh seseorang, terdapat juga permintaan dari Bupati Nunukan yang hendak memesan di peternakan sapi miliknya dengan berat 120 sampai 200 kilo.
“Kalau yang dipesan Jokowi sudah 1 ton 100 itu 1 ekor, kalau tahun kemarin itu 1 ton 150,” sebut Soleh.
Untuk harga yang dibandrol pada seekor sapi miliknya Rp 75 juta. Pada tahun sebelumnya ia membandrol harga Rp 80 juta untuk ongkos kirim kapal.
“Kalau tahun inikan rencana buat di sini (Tarakan), kalau tidak salah di Islamic Center, kemarin itu ada berkas yang saya tanda tangani dikirim ke pusat diminta oleh Dinas Peternakan itu,” bebernya.
Ia mengaku bahwa ini kali kedua orang nomor satu se Indonesia itu membeli ternak miliknya. Ia juga sudah merawat sapi yang dipesan Jokowi ini sejak bulan 10 tahun 2021.
“Ini didatangkan dari Gorontalo, di sini penggemukan semuanya Limusin sudah 8 bulanan lah. Minumnya gula merah sama kunyit setiap 2 hari sekali,” pungkasnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa







