benuanta.co.id, TARAKAN – Pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk puluhan siswa SDN 001 Tarakan dinilai orangtua siswa cukup berkelit. Pasalnya, anggaran sebesar Rp30 juta yang seharusnya dicairkan untuk para pelajar itu kini tak tahu rimbanya.
Penyaluran PIP yang sudah dinantikan para orangtua siswa pada Sabtu 28 Mei 2022, harus ditunda hingga Selasa (31/5/2022) pagi.
Sontak penundaan penyaluran dana PIP dikeluhkan orangtua murid kepada pengelola, yakni Staf TU SDN 001 Bakri. Kepada benuanta.co.id, diterangkan Bakri ia berusaha mempertangungjawabkan dana milik negara itu, sebelumnya telah memastikan bahwa pihaknya akan menyerahkan kepada 75 orang tua murid pada pagi ini. Dana PIP itu, kata dia, berkisar Rp 200 ribu hingga RP 400 ribu per murid.
Namun dirinya menerangkan telah melakukan antrean di salah satu bank hingga terdapat kendala lainnya, sehingga belum dapat dicairkan.
Berita Sebelumnya :
“Yang jelas hari ini jam 14.00 sudah bisa kita selesaikan, kalau tidak mobil saya yang saya korbankan,” ujar Bakri usai melangsungkan dialog dengan orang tua murid.
Staf TU ini seolah mengakui kesalahannya karena enggan untuk melaporkan ke pihak kepolisian terkait hilangnya uang negara yang akan disalurkan kepada siswa yang membutuhkan.
Keseluruhan dana yang hilang itu, senilai Rp30 juta disebutnya hilang di dalam mobil. Bakri menjelaskan hilangnya uang negara itu tepat di parkiran kediamannya di Jalan Bukit Cinta, Kelurahan Gunung Lingkas.
“Begitu saya terima, uang itu belum sempat saya pegang segala macam, jadi saya simpan di dalam tas dan di mobil. Mobil saya kunci otomatisnya hilang, tinggal kunci kontak. Alamat saya di bukit cinta Sebengkok, jadi memang rawan,” urai dia.
Bantuan dana PIP itu akan disalurkan kepada 75 siswa SDN 001 Tarakan yang memiliki hak sesuai persyaratan.
Awalnya pada tahun sebelumnya, dijelaskan Bakri pencairan dana PIP tertuju ke rekening bank orang tua siswa masing-masing. Namun, terjadi perubahan aturan sehingga pencairan dana tersebut secara tunai melalui pihak sekolah, salah satunya Staf TU.
“Saya kumpulkan berkas dari setiap orang tua siswa, lalu tanggal 28 setelah saya dari sekolah saya ambil pencairan dana itu dari bank dan hilang di dalam mobil,” sambung Bakri.
Sementara itu, orang tua siswa menilai tindakan Bakri cenderung menyulitkan berbagai pihak termasuk para orang tua.
Rahayu, salah seorang orangtua murid SDN 001 menganggap seharusnya bantuan PIP cair sejak bulan puasa lalu, bahkan menurutnya para orangtua murid telah menunggu dalam hitungan bulan.
“Kami baru dapat info hilangnya dana PIP itu hari Sabtu kemarin, sebelumnya tidak ada kabar kehilangan. Para orang tua siswa menginginkan agar sistem penyaluran dana kembali tertuju langsung kepada orang tua siswa,” ungkap warga Kelurahan Selumit Pantai itu.
Pantauan benuanta.co.id di lokasi sekolah, sejumlah orang tua siswa yang menunggu sejak pagi melontarkan keluhannya. Bahkan saat berdialog, mereka tampak meminta tegas apa yang menjadi haknya.
Kemudian juga, kata dia, puluhan orang tua siswa yang telah menunggu di sekolah berharap penuh agar Staf TU Bakri dapat bertanggung jawab sehingga dana bantuan tersebut tersalurkan sesuai prosedurnya.
Pihaknya bersama penerima bantuan yang lain, sebelumnya memiliki rencana untuk mendatangi kantor Dinas Pendidikan Kota Tarakan guna mencarikan solusi dan menerima hak mereka.
“Akhirnya ditunda ke Selasa ini, dijanjikan pagi ini. Terunda lagi dan katanya jam 14.00 siang ini. Kalau sampai jam 14.00 siang ini belum ada, kami tidak mau tahu intinya tetap harus dicairkan,” pintanya.
Terkait hal ini benuanta.co.id sudah berusaha mengkonfirmasi Dinas Pendidikan (Disdik) Tarakan namun belum bersedia berkomentar. (*)
Reporter : Kristianto Triwibowo
Editor : Nicky Saputra







