Bulan Ramadan dan Idul Fitri, Volume Sampah Meningkat

benuanta.co.id, TARAKAN – Bulan Ramadan dan Idul Fitri 1443 H membuat peningkatan yang cukup signifikan pada volume sampah di Kota Tarakan.

Berdasarkan data yang yang diperoleh dari UPTD  TPA Aki Babu, bahwa volume sampah pada sebelum Ramadan mencapai 140 ton perharinya. Angka inipun disinyalir ngalamin peningkatan dibandingkan tahun 2021 lalu.

Sementara untuk selama Ramadan sendiri, volume sampah di Kota Tarakan memiliki rata-rata 160 ton perharinya.

“161 atau 163 ton itu, kalau lebaran ini kan kami belum masuk kerja jadi kalau kami perkirakan itu tahun lalu sekitar 175 ton perhari itu lebaran tahun lalu, kemungkin di tahun ini lebih dari 175 ton perhari,” beber Kasubag TU UPTD TPA Aki Babu, Nono Adiyatmoko, Rabu (4/5/2022).

Baca Juga :  Disperinaker Tarakan Imbau Perusahaan Cairkan THR Paling Lambat H-7 Lebaran

Ia melanjutkan bahwa sampah yang paling mendominasi dari bulan Ramadan dan Idul Fitri ialah sampah rumah tangga. Disinggung soal kondisi TPA yang sudah overload, ia menyatakan bahwa memang kondisi TPA Aki Babu saat ini sudah sangat tidak layak.

“Pengelolan air lindi sudah tertimbun sampah, dan hampir tidak ada space untuk menata sampah ya mau tidak mau kami melihat sisi mana yang kosong itu kami timbun disitu (sampahnya),”

Baca Juga :  Konflik Timur Tengah Memanas, Jamaah Umrah Tarakan Diminta Tunda Keberangkatan

Namun, terdapat akibat yang fatal jika sampah yang ditimbun dan ditumpuk semakin tinggi. Longsor bisa saja mengancam TPA satu-satunya di Tarakan itu.

Berdasarkan pantauan Tim Benuanta di lapangan, ketinggian tumpukan sampah saat ini sudah mencapai kisaran 15 meter.

“Pernah sudah (longsor) bagian belakang itu yang menimbun instalasi pengelolaan air lindih. Jadi persyaratan pembukaan TPA itu kan ada beberapa fasilitas yang harus ada salah satunya itu (pengelolaan air lindih), tapi sudah tertimbun kemudian ada fasilitas yang tidak layak dan rusak belum ada perbaikan, ya tidak layak lah kami untuk beroperasi sudah,” papar dia

Baca Juga :  Naiknya Harga Emas dan Cabai Rawit Picu Inflasi di Tarakan

Beberapa waktu lalu, sempat terdapat wacana untuk pembebasan lahan di Juata Kerikil dengan luas lahan 50 hektar untuk TPA baru. Namun saat ini masih dalam proses di Badan Pertanahan Negara (BPN) dan Pemerintah Provinsi Kaltara.

“Masih panjang prosesnya, tapi kalau di lihat agak berat ini bisa selesai di tahun ini,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina
Editor: Matthew Gregori Nusa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *