Badan Jalan Menuju Amal Digenangi Air, DPUTR Akui Sudah Ada Penanganan Jangka Pendek

benuanta.co.id, TARAKAN – Terdapat salah satu ruas jalan di wilayah menuju Pantai Amal yang dinilai cukup berbahaya. Pasalnya, wilayah tersebut kerap digenangi air karena dekat dengan aktivitas penambangan pasir.

Kepala Bidang Perairan dan Pengendalian Banjir Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tarakan, Sabudi mengatakan, pihaknya telah menurunkan pekerja beserta eksavator untuk melakukan penanganan jangka pendek terkait persoalan ini.

“Sudah ada terjunkan eksavator, sekitar 3 Minggu yang lalu lah. Kami jangka pendek dulu melakukan pengerukan saja” ungkapnya, Selasa (21/12/2021).

Baca Juga :  9 Dapur SPPG di Tarakan Belum Beroperasi

Sabudi menjelaskan sebenarnya terdapat saluran air (gorong-gorong) namun saluran tersebut dinilai kecil sehingga ketika hujan air tak mengalir dengan maksimal.

“Jadi karena disitu tambang pasir, jadi ketika hujan air tidak bisa masuk ke saluran air tumpah lah dia keatas aspal membawa pasir-pasir itu,” jelasnya

Disinggung soal rencana peninggian kawasan tersebut, Sabudi mengatakan belum ada rencana. Kalaupun ada, pihaknya akan melakukan crossing sehingga air tak lagi melewati aspal.

“Jangka panjangnya ya itu kita crossing yang lebar sehingga air bisa lewat gorong-gorong dengan baik kan, sekarang pun cuma pengerukan artinya harus dibersihkan terus gorong-gorong nya,” katanya.

Baca Juga :  Kasatlantas Polres Tarakan Berganti, Tuntut Hadirkan Inovasi Pelayanan

Sabudi melanjutkan dalam hal ini pihaknya selalu stay dalam menerima informasi persoalan banjir.

“Tim selalu standby setiap hari, pekerjanya juga memadai, alat beratnya juga ada kita sewa kan perjam,” lanjutnya.

Namun, beberapa hari terakhir tampak genangan air memang tak terjadi, namun pasir masih terlihat menyelimuti badan aspal.

Dikatakan Windi, mahasiswa yang kerap melalui jalanan tersebut untuk melakukan aktifitas di Universitas Borneo Tarakan (UBT).

Baca Juga :  Awal atau Akhir Ramadan, Kapan Waktu Terbaik Membayar Zakat?

“Airnya tidak ada sih, hanya saja pasir itu yang masih menumpuk, agak tinggi juga pasir nya,” ujarnya.

Menurutnya daerah tersebut rawan dan cukup berbahaya. Terlebih bagi masyarakat yang mungkin tergesa-gesa dalam perjalanan.

“Bahayanya karena itu kan area turunan jalan dan lampu juga gak ada sih, bahayanya pas malam juga,” pungkasnya. (*)

Reporter: Endah Agustina

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *