benuanta.co.id, TARAKAN – Buah melon dapat dipanen sepanjang tahun dan biasanya petani memanen pada tingkat kematangan yang cukup. Buah melon harus dipanen setelah tua karena buah tidak akan matang bila diperam. Tingkat kematangan akan berpengaruh terhadap rasa dan aroma. Sebaliknya bila terlambat, buah akan cepat busuk.
Di Tarakan, kebun melon dapat ditemukan di RT 20 Kelurahan Juata Permai. Panen ini pun bisa dirasakan oleh semua kalangan karena kebun ini selalu terbuka untuk umum.
Ketua Kelompok Tani Flora Fauna Mandiri, Dharmawan mengatakan pelaksanaan penanaman bibit melon sampai pada masa panen terhitung tiga bulan. Namun setelah pindah tanam, membutuhkan waktu 70 hari. Pada kebunnya terdapat dua lokasi yang juga memiliki dua jenis melon.
“Disini ada dua lokasi, yakni melon Madesta dan Alina,” ungkap Dharmawan saat dijumpai di lokasi kebunnya, Sabtu (11/12/2021).
Dilanjutkannya, perbedaan kedua jenis melon ini cenderung menarik perhatian anak-anak karena warna buahnya, yakni di bagian dalam Madesta memiliki warna orange dan tidak terlalu manis, sedang Alina cenderung berwarna putih dan manis.
“Madesta ini menarik perhatian anak-anak karena warnanya cerah. Tapi biasa orang Tarakan sukanya yang manis, makanya kami tanam alina agak banyak,” sambungnya.
Biasanya dalam satu hari, lokasi panen melon ini dapat dihadiri 500 orang. Tak hanya dari Tarakan, namun dari luar Tarakan seperti KTT, Tanjung Selor dan wilayah Kaltara lainnya.
“Kami ada rencana mau perbesar lahan panen, tapi lahan dan SDM kami terbatas. Kami cuma 19 orang saja, itupun terbagi dalam beberapa komoditi tanaman yang dikembangkan,” katanya.
Pada satu titik lokasi, pihaknya menanam 1.000 pohon melon dengan luas tanah 1.000 meter per segi. Dikatakan Dharmawan, bahwa hasil panen dapat mencapai 7,5 ton dalam waktu 3 hari.
“Dari dua tempat ini jami cuma target 7,5 ton. Kemarin-kemarin, 6 ton habis dalam waktu 3,5 hari. Walaupun buahnya kecil, tetap mau dibeli,” jelasnya.
Untuk perkilonya, harga melon ini dibandrol sebesar 15 ribu. Namun, harga ini tak akan pengunjung dapatkan jika melon sudah dijual oleh tengkulak.
“Kalau tengkulak tidak boleh. Hanya untuk masyarakat. Kami akan memberikan petunjuk yang matang dan bisa dikonsumsi yang mana,” tutupnya. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Ramli







