benuanta.co.id, TARAKAN – Warga RT 13, Kelurahan Juata Laut mengeluhkan kondisi air PDAM yang sudah dua hari tak mengalir di wilayah mereka. Akibatnya sejumlah warga terpaksa melakukan aktifitas rumah tangga seperti mencuci baju dan piring menggunakan air minum kemasan.
“Sudah dua hari ini cuci piring dan baju itu pakai air galon,” ujar Dayana, warga RT 13 kepada benuanta.co.id, Kamis (9/12/2021).
Dayana menyebut mau tak mau menggunakan air galon untuk kebutuhan mencuci. Pasalnya, dia dan beberapa warga lainnya tak memiliki penampungan air yang bisa digunakan sebagai air cadangan ketika distribusi air PDAM macet.
Baca Juga :
- PDAM Tarakan Belum Dapat Bukti Sumber Pencemaran Air Baku
- Kondisi Air Baku Krisis, PDAM Keluarkan Skema Penampungan Air ke Warga
- Warga Dekat Embung Bengawan Belum Menikmati Layanan Air Bersih, Begini Tanggapan PDAM
“Karena di Perumahan Citra Cemerlang masih belum ada penampungan air,” sebutnya.
Dikonfirmasi secara terpisah, Kepala Bagian Operasional Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) kota Tarakan, Budi menjelaskan penghentian sementara produksi air ke wilayah Juata Laut lantaran ada pekerjaan perbaikan long storage.
“Tanggulnya jebol kemarin, termasuk bak penampungan intakenya ambruk. Jadi tidak bisa nangkap airnya turun,” jelas Budi.
Budi menerangkan perbaikan ini memakan waktu satu hari untuk dilakukan pengecoran. Adapun wilayah yang sempat terganggu yakni daerah Juata Laut dan perumahan area Juata Korpri.
“Kemarin sudah mulai pengecoran, sudah saya cek insyaallah dalam waktu dekat diproduksi. Sebenarnya memakan waktu setengah hari tapi pengecorannya tunggu kering,” terangnya.
Pihaknya memastikan hari ini, distribusi air PDAM yang dikeluhkan warga akan segera mengalir. Hal ini juga didukung kondisi air baku yang masih berada dalam ukuran normal.
“Sebentar sore atau malam sudah mengalir, air baku juga dipastikan aman karena curah hujan cukup juga beberapa hari terakhir,” pungkasnya. (*)
Reporter : Endah Agustina
Editor : Yogi Wibawa







