“PDAM yang menyiapkan hydrant untuk publik ini, kurang lebih hanya separuh yang fungsional, kondisi hydrant yang ada perlu kita revitalisasi fungsinya dan jumlahnya perlu kita kaji kembali, proporsionalnya berapa, yang pasti hydrant sangat membantu ketika ada kebakaran, dengan hydrant selang kami bisa kami konekkan disana (dengan hydrant),” ujarnya.
“Tentunya nanti kami akan berkoordinasi dendan PDAM secara intens, mungkin dari PDAM terkait bagaimana akses di hydrant ini, mungkin untuk pengadaan hydrant butuh biaya. Hydrant publik ada akses oleh pemerintah selalu teraliri, ada juga hydrant gedung atau bangunan yang disiapkan pemilik gedung atau bangunan, lebih ke safety bangunan mereka sendiri, mereka memiliki penampungan air, ada pompanya,” sambung pria yang akrab disapa Pak Haji ini.
Penempatan hydrant harus memperhatikan aspek keamanan lingkungan, artinya dengan kondisi daerah padat penduduk, memiliki resiko kerawanan kebakaran tinggi, memang sebaiknya hydrant hadir. Secara fungsional baik, bukan hanya ada fisik hydrant tetapi tidak berfungsi dengan baik. PMK juga menyoroti masih banyak masyarakat yang kurang sadar. Hydrant dibongkar disaat musim kesulitan air, disedot airnya, sehingga hydrant dari PDAM banyak yang tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
“Ini yang sangat disayangkan, ini ulah oknum, hydrant tidak boleh untuk fungsi lain selain kedaruratan. Begitu juga fungsi hydrant gedung harus standby, bukan untuk kebutuhan gedung, untuk dapur, artinya masih butuh sosialisasi kepada semua pihak,” kata dia.
Kelurahan Sebengkok termasuk wilayah padat penduduk karena dihuni 18.223 jiwa berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tarakan. Dari segi bangunan pun, termasuk padat penduduk. Seperti kebakaran di Pasar ‘Tua’ Batu belum lama ini, menghanguskan 140 unit bangunan dan ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal.
Menyikapi kondisi ini, Lurah Kelurahan Sebengkok, Syahril Alamsyah menilai sangat perlunya kehadiran hydrant di tengah pemukiman padat penduduk untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran. Walaupun dirinya tidak menginginkan adanya kebakaran.
Menurutnya, di wilayah Sebengkok, terdapat beberapa RT (Rukun Tetangga) yang sangat urgent membutuhkan kehadiran hydrant tersebut. Diantaranya disebutkan Syahril, wilayah RT 2, 3, 8, 9, 10, 12 dan 15. Meningat wilayah ini padat penduduk dan bangunan warga.







