Perlu Langkah Jitu di Wilayah Padat Penduduk

“Maka dari itu, pondasi sebagai penopang hydrant pillar harus kuat karena saat terjadi kebakaran aliran air yang ada di dalam jaringan sangat kuat. Bahan konstruksi dari hydrant pillar adalah stainless steel. Material ini merupakan material yang paling baik menahan terbentuknya korosi. Korosi dapat terjadi jika adanya larutan yang bersifat elektrolit dan oksigen,” sebutnya.

Lanjut dia, tak sedikit hydrant pillar yang terbuat dari besi, fungsinya tetap sama namun penggunaan besi sebagai bahan material lebih murah dibandingkan dengan stainless steel. Di Indonesia sendiri hydrant pillar dapat dibagi menjadi dua jenisyaitu hydrant pillar one way dan hydrant pillar two way, atau biasa disebut dengan cabang satu dan cabang dua. Perbedaannya pada system hydrant terletak pada jumlah sumber yang dapat dialirkan saat digunakan.

Baca Juga :  Konflik Timur Tengah, Pemerintah Pastikan Haji 2026 Tetap Aman dan Sesuai Jadwal

“Harga hydrant pillar two way biasanya lebih mahal karena menggunakan dua sambungan untuk pengeluaran air. Sementara one way menggunakan hanya satu output pengeluaran air sehingga harga hydrant pillar ini jauh lebih murah,” tuturnya.

Di Tarakan tercatat puluhan hydrant yang terpasang di beberapa titik yang dinilai sangat perlu disiapkan hydrant untuk mengantisipasi kebakaran di wilayah padat penduduk. Namun, yang harus menjadi perhatian pemerintah adalah sejumlah hydrant tidak dapat berfungsi dengan baik. Bahkan ada hydrant yang telah rusak, tidak ada air, bahkan raib diambil oknum tak bertanggung jawab.

Baca Juga :  Petugas Kebersihan Tarakan Tak Terima THR, Ini Klarifikasi DLH 

“Keberadaan hydrant ini fundamental ya sebagai salah satu alat pemadam kebakaran karena keberadaan hydrant akan mempermudah proses distribusi air pada titik kebakaran,” ungkap Kepala Bidang Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan, H. Eko P. Santoso, AKS, M.Si.

Menurut  Pak Haji, sapaan akrabnya, yang menjadi persoalan keberadaan hydrant ini apakah berfungsi atau tidak. Secara fisik hydrant ada, tetapi tidak bisa memberikan kontribusi saat terjadi kebakaran. Seperti hydrant di Pasar Batu Sebengkok yang belum lama ini terjadi kebakaran menghanguskan 140 unit bangunan warga termasuk ruko dan toko, ternyata terdapat hydrant di wilayah tersebut hanya saja tidak dapat dimanfaatkan.

Baca Juga :  Wow! 99 Personel Polres Tarakan Tes Urine, Begini Hasilnya

“Secara fisik hydrant ini ada, tetapi hydrant ini tidak ada aliran airnya, kalau pun ada aliran airnya tetapi sangat kecil. Ini harus menjadi pemikiran kita semua, seperti kejadian kebakaran pasar batu, dipintu masuk ada hydrant, tapi tidak berfungsi, begitu juga di sekitar ruko itu ada hydrant tapi sama juga (tidak berfungsi),” terangnya.

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *