TARAKAN – Melakukan kunjungan kerja sekaligus Rapat Koordinasi (Rakor) penanganan Covid-19 di 6 provinsi termasuk di Provinsi Kalimantan Utara hari ini. Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Doni Monardo meminta masyarakat untuk tidak menganggap enteng masalah Covid-19.
Jenderal bintang tiga ini juga merasa bangga dan kagum atas upaya bersama antara Pemerintah Provinsi Kaltara dengan segenap komponen yang ada di Kaltara dan didukung oleh TNI-Polri, sehingga kasus Covid-19 di Kaltara termasuk yang terkecil di Tanah Air. Bahkan ditingkat dunia, Namun ia juga meminta agar atas prestasi ini tidak membuat masyarakat kehilangan kewaspadaan terhadap Covid-19 yang telah memakan banyak korban jiwa. Baik secara nasional, maupun global.
“Jalan-jalan ke Kota Tarakan untuk melihat kayu Bulian (ulin), mari kita tingkatkan pencegahan dengan cara taat protokol kesehatan,” kata Doni Monardo saat memberikan pantun di Rakor penanganan Covid-19 di Gedung Serbaguna Pemkot Tarakan, Senin (9/11/2020) sore tadi.

Tak hanya memberikan pantun nasihat sebagai upaya mengajak seluruh elemen agar selalu taat terhadap Prokes. Kepala Satgas Penanganan Covid 19 Nasional ini juga menyerahkan secara simbolis, sebanyak 1.2000 Bibit Tanaman Vertiver Kepada Danrem 092/Mrl Brigjen TNI Suratno untuk dirawat dan ditanam sebagai pencegah erosi atau tanah longsor.
Sedangkan untuk perkembangan vaksin penanganan Covid-19 di Indonesia. Ia menjelaskan bahwa saat ini Presiden Jokowi, selalu memimpin untuk progam pengadaan vaksin yang mana Pemerintah akan menyiapkan vaksin terbaik untuk bangsa dan negara.
“Sebelum vaksin ini diberikan kepada masyarakat, maka vaksin terbaik adalah patuh protokol kesehatan. Yakni memakai masker, menjaga jarak, serta rajin mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir. Atas penanganan kasus di Kaltara ini juga akan menjadi bahan pembelajaran kita di pusat dan wilayah koordinasi lainnya untuk mempertahankan tingkat kasus yang rendah. Jadi saling belajar dengan pengalaman dengan seluruh komponen yang menangani Covid-19 di Kaltara,” terangnya.
Sementara itu, anggota Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19, dr. Dewi Nur Aisyah dalam Video Conference (Vicon) menyampaikan update perkembangan kasus Covid-19 per tanggal 8 November 2020, yang mana di Provinsi Kaltara menjadi salah satu daerah yang memiliki kasus terkecil. Bahkan, Kaltara memiliki total kasus 893 dan 783 diantara sudah sembuh.
“Artinya angka kesembuhan di Kaltara mencapai 87,68 persen. Ini di atas rata-rata nasional yang diangka tersebut hanya 84 persen dan jauh di atas angka kesembuhan rata-rata dunia di angka 70,61 persen. Jadi selisihnya antara angka kesembuhan di Kaltara dengan rata-rata dunia lebih tinggi Kaltara sekitar 17 persen,” tandas dr. Dewi Nur Aisyah.(*)
Reporter : Yogi Wibawa
Editor : Ramli







