benuanta.co.id, TARAKAN – Pencarian terhadap Yusni Thamrin, lansia berusia 77 tahun yang sebelumnya dilaporkan hilang saat mencari kayu di Hutan Juata Kerikil, Kecamatan Tarakan Utara, Kota Tarakan, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan menemukan korban dalam kondisi selamat pada hari kedua operasi pencarian, Ahad (4/10/2026).
Kepala Seksi Operasi (Kas Ops) Basarnas Tarakan, Dede Heriana, S.E., mengatakan korban ditemukan sekitar pukul 17.00 WITA di kawasan Hutan Juata Kerikil.
“Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban dalam kondisi selamat,” ungkapnya, Senin (5/10/2026).
Korban ditemukan pada koordinat 3°22’46.07”N 117°34’10.30”E. Lokasi penemuan tersebut berjarak sekitar 1,21 kilometer dari lokasi kejadian perkara (LKP) atau titik awal korban dilaporkan hilang.
“Korban ditemukan di Hutan Juata Kerikil
dengan jarak kurang lebih 1,21 kilometer dari titik LKP,” jelasnya.
Setelah ditemukan, korban selanjutnya akan dievakuasi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut di Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT). Evakuasi dilakukan setelah tim memastikan kondisi Yusni dalam keadaan selamat.
“Untuk selanjutnya dievakuasi ke RSUKT,”
singkatnya.
Yusni Thamrin merupakan warga Sungai Bidadari, Juata Kerikil, Kota Tarakan. Sebelumnya, korban dilaporkan hilang setelah pergi mencari kayu di kawasan hutan tersebut pada Sabtu 3 Oktober 2026.
“Korban dilaporkan hilang pada saat mencari kayu di Hutan Juata Kerikil,” bebernya.
Dalam operasi pencarian hari kedua, Tim SAR Gabungan melibatkan sejumlah unsur, yakni Kantor SAR Tarakan, Polres Kota Tarakan, Pengamanan Pertamina dan masyarakat. Keterlibatan berbagai unsur tersebut dilakukan untuk mendukung pencarian hingga korban berhasil ditemukan.
“Unsur yang terlibat terdiri dari Kantor SAR Tarakan, Polres Kota Tarakan, Pengamanan Pertamina dan masyarakat,” paparnya.
Pencarian juga didukung sejumlah alat utama dan peralatan SAR. Di antaranya satu unit Rescue Car, tiga unit motor trail, satu set perlengkapan jungle rescue, satu set perlengkapan medis, dua unit alat komunikasi dan satu drone thermal.
“Satu drone thermal menjadi salah satu peralatan yang digunakan dalam operasi pencarian,” terangnya.
Setelah korban ditemukan dan proses evakuasi dilakukan, Tim SAR Gabungan kemudian melaksanakan debriefing pada pukul 17.15 WITA. Dengan ditemukannya korban dalam kondisi selamat, operasi SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup.
“Ops. SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup,” katanya.
Dengan ditemukannya Yusni dalam kondisi selamat, operasi pencarian terhadap lansia yang sebelumnya dilaporkan hilang di Hutan Juata Kerikil resmi berakhir pada hari kedua. Kondisi cuaca selama pelaksanaan operasi juga dilaporkan cerah dan tidak terdapat faktor penghambat dalam proses pencarian.
“Faktor penghambat nihil dan kondisi cuaca cerah,” tutupnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







