benuanta.co.id, TARAKAN – Lonjakan harga emas yang terjadi pada awal 2026 disebut ikut berkontribusi terhadap inflasi di Kota Tarakan.
Hal ini disampaikan Kepala Cabang Pegadaian Tarakan, Yasir yang melihat tingginya minat masyarakat membeli emas saat harga berada di puncaknya. Menurut Yasir, pembelian emas batangan di Pegadaian Tarakan sempat mencapai tingkat tertinggi pada Januari lalu ketika harga emas sedang tinggi.
“Memang animo masyarakat, apalagi di Januari pas harga agak tinggi-tingginya itu sangat besar sekali. Sampai tingkat pembelian emas batangan itu tertinggi di Januari, itu yang mungkin menyebabkan terjadi inflasi cukup besar,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).
Ia menjelaskan, harga emas sempat menyentuh angka Rp3 juta per gram. Namun setelah itu harga mulai mengalami penurunan dan kini bergerak fluktuatif.
Yasir menambahkan, fluktuasi harga emas tidak hanya dipengaruhi oleh satu faktor. Kondisi geopolitik global hingga kebijakan ekonomi Amerika Serikat juga dapat memengaruhi pergerakan harga emas dunia.
“Kalau harga emas itu tidak satu faktor saja. Kemarin ketika ada konflik Iran, Amerika, dan Israel sempat dua sampai tiga hari harga emas tinggi, tapi setelah itu turun lagi karena ada faktor lain seperti kebijakan Amerika dan penguatan dolar,” terangnya.
Meski saat ini harga sudah turun dari puncaknya dan menyentuh angka Rp2.900.000, Yasir menilai harga emas saat ini masih tergolong tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.
“Kalau dibanding tahun kemarin, harga emas sekarang masih lebih tinggi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Endah Agustina







