benuanta.co.id, TARAKAN – Pelaku peredaran narkotika dalam kasus yang diungkap Polres Tarakan menunjukkan kecerdikan dalam upaya melarikan diri. Salah satu pelaku diduga sengaja meninggalkan telepon genggam di area kebun untuk mengaburkan jejak dan mengelabui petugas.
Kasatreskoba Polres Tarakan Tegar Wida Saputra mengungkapkan, ponsel tersebut ditinggalkan di semak-semak kawasan kebun sekitar PKP. Meski perangkat tidak berhasil ditemukan, nomor yang digunakan pelaku sempat terpantau masih aktif beberapa hari setelah kejadian.
“Nomornya sempat aktif sekitar dua sampai tiga hari di sekitar lokasi dia melarikan diri,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya upaya terencana untuk memberi kesan bahwa pelaku masih berada di lokasi, padahal besar kemungkinan sudah berpindah tempat.
Dalam kasus ini, polisi telah mengamankan satu orang tersangka berinisial AS. Dari hasil pemeriksaan, AS mengaku hanya berkomunikasi dengan pihak yang mengajaknya, berinisial SP, yang hingga kini masih dalam pencarian.
AS juga menyebutkan, dirinya tidak pernah bertemu langsung dengan pihak yang mengendalikan pengiriman narkotika tersebut. Seluruh komunikasi dilakukan secara tidak langsung dengan sistem instruksi bertahap.
“Dia tidak tahu wajahnya siapa, bertemu pun tidak pernah. Petunjuk diberikan sedikit demi sedikit,” kata Tegar.
Pola ini diduga sengaja dibuat untuk memutus keterkaitan antar pelaku, sehingga ketika salah satu tertangkap, tidak memiliki cukup informasi untuk membuka jaringan secara utuh.
Polisi menilai, modus ini merupakan bagian dari strategi jaringan narkotika untuk mengamankan aktor utama di balik layar. Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman dan pengumpulan alat bukti tambahan.
Berkas perkara terhadap tersangka yang telah diamankan masih dalam tahap penyidikan, sementara upaya pengejaran terhadap pelaku lain terus dilakukan. (*)
Reporter: Sunny Celine T
Editor: Yogi Wibawa







