Wamen Dikdasmen Bawa Program Baru ke Tarakan, PKA hingga Revitalisasi 63 Sekolah Disiapkan

benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah pusat menegaskan perhatian besar terhadap dunia pendidikan di Kota Tarakan. Kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Fajar Riza Ul Haq, menjadi penanda semakin intensnya komunikasi antara Kemendikbudristek dengan guru dan pemangku pendidikan di daerah.

Ia menyampaikan, kunjungan ini dilakukan karena pemerintah ingin memastikan seluruh kebijakan benar-benar tersampaikan hingga lapisan paling bawah.

“Kami percaya bahwa berbagai kebijakan itu harus sampai informasinya ke paling bawah dan mereka bisa mengerti, dan kami berdialog dengan para guru. Kehadiran mereka menandakan dunia pendidikan di Tarakan punya semangat, punya jiroh yang kuat untuk memajukan pendidikan,” ungkapnya, Selasa (2/12/2025)

Ia menilai, masa depan pendidikan di Tarakan akan terus berkembang, salah satunya karena semakin banyak guru yang berkualifikasi sarjana, memiliki kesempatan mengikuti PPG dan sertifikasi, serta berpeluang meningkatkan kesejahteraan. Dengan begitu, anak-anak di Tarakan diharapkan mendapatkan guru dengan kualitas terbaik.

Dalam kesempatan tersebut ia juga membawa sejumlah program prioritas nasional, termasuk komitmen Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pendidikan Abdul Muti untuk memperluas implementasi program interaktif Pratkanel.

Baca Juga :  Awal atau Akhir Ramadan, Kapan Waktu Terbaik Membayar Zakat?

“Yang sudah kita bagikan ada Rp288.000 ke semua sekolah termasuk pembangunan infrastruktur, revitalisasi yang tadi ada Rp16.000 lebih. Kita harapkan mungkin di tahun depan perhatian untuk Tarakan bisa kita tingkatkan lagi,” ujarnya.

Ia juga membawa Direktur SD, Salim, untuk melihat langsung sekolah-sekolah di Tarakan yang membutuhkan perhatian. Sinergi antara pusat dan daerah menurutnya menjadi kunci. Oleh karena itu ia mengapresiasi komitmen kuat Wali Kota Tarakan yang dianggap mendukung penuh program peningkatan mutu pendidikan.

Fajar juga meminta seluruh guru di Tarakan—baik di sekolah negeri maupun swasta, dari jenjang PAUD, SD hingga SMP untuk mendukung penuh program-program Kemendikbudristek seperti 6 Anak Indonesia Hebat yang dilakukan seminggu sekali, pembiasaan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, hingga penerapan budaya pembelajaran mendalam (deep learning) di kelas.

Selain itu, ia menyampaikan rencana pelaksanaan Tes Kompetensi Akademik (PKA) untuk siswa SD dan SMP pada tahun depan. Pelaksanaan dijadwalkan setelah Lebaran, sekitar bulan Maret. Ia memastikan PKA tidak boleh dipersepsikan sebagai penentu kelulusan.

Baca Juga :  Santri Berprestasi di Tarakan Azifah Azzahra Resmi jadi Anak Asuh Rahmawati Paliwang

“Perlu kita tegaskan PKA bukan penentu kelulusan. Jadi jangan sampai nanti Bapak Ibu panik, anaknya mau ikut PKA khawatir nanti anaknya tidak lulus,” tegasnya.

PKA nantinya digunakan sebagai jalur prestasi dalam sistem seleksi SPMB dan menjadi alat bagi wali kota serta kepala sekolah untuk memetakan mutu peserta didik dan mutu sekolah.

Menanggapi berbagai masukan yang disampaikan guru, PGRI, serta perwakilan pendidik dari berbagai jenjang, dirinya memastikan seluruh aspirasi telah dicatat dan sebagian telah dikerjakan. Namun ia mengingatkan bahwa setiap kebijakan memiliki proses panjang, mulai teknokrasi hingga komunikasi politik dengan Komisi X DPR RI.

Meski begitu, ia tetap optimistis sebagian besar aspirasi akan dapat dipenuhi. “Tidak semua aspirasi bisa kami tunaikan dalam sehari semalam. Kita kan nggak punya lampu Aladin ya. Tapi yakin kita akan coba jawab itu,” ujarnya.

Di sisi lain, Direktur SD Salim menjelaskan lebih rinci mengenai program revitalisasi sekolah.

Pada tahun 2025, tercatat tiga sekolah di Tarakan masuk prioritas pengerjaan. Sementara pada 2026, dari total 67 sekolah yang terdata sebelumnya, dikurangi tiga sekolah yang sudah masuk program 2025, menjadi 63 sekolah yang siap diintervensi.

Baca Juga :  Kasatlantas Polres Tarakan Berganti, Tuntut Hadirkan Inovasi Pelayanan

Ia menyebut sebanyak 30 sekolah mungkin menjadi sasaran tambahan, namun semuanya bergantung pada kelengkapan dokumen yang harus diunggah pemerintah daerah.

“Pemda harus meng-upload dokumen terkait foto-foto, baik dari sudut kiri, kanan dan seterusnya, serta mengisi POPR. Ketika itu sudah selesai barulah kita intervensi. Kriterianya adalah rusak sedang dan rusak berat. Siapa yang menyatakan rusak berat itu dari POPR, ada tim surveyor yang menandatangani dan disahkan Dinas Pendidikan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pada puncak Hari Guru Nasional lalu, Presiden Prabowo telah menyampaikan bahwa jumlah sasaran revitalisasi akan diperbesar. Termasuk pula pembahasan mengenai tupoksi SMA yang sedang dikaji kemungkinan pengalihan kewenangannya ke pemerintah pusat.

Dengan rentetan program yang terus dipersiapkan tersebut, pemerintah optimistis kualitas pendidikan di Tarakan dapat meningkat signifikan pada 2025 dan 2026. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *