83 Pegawai Lapas Tarakan Bertugas Awasi 1.305 Warga Binaan

benuanta.co.id, TARAKAN – Lapas Kelas IIA Tarakan kini dihadapkan pada kondisi yang memprihatinkan. Jumlah warga binaan i5mencapai 1.305 orang, sementara petugas yang tersedia hanya 83 orang. Ketimpangan ini menimbulkan kekhawatiran akan terganggunya stabilitas keamanan di dalam lembaga pemasyarakatan tersebut.

Kepala Lapas Tarakan, Jufri, mengungkapkan situasi ini membuat pengawasan terhadap penghuni menjadi semakin berat. “Dimana jumlah pegawai saat inm.i 83 sedangkan yang dijaga 1305 saat ini orang. Jadi ini tidak seimbang jumlah pegawai dengan jumlah penghuni yang ada di dalam,” kata Jufri, Jumat (3/10/2025).

Baca Juga :  Akses Darurat Dinilai Sulit, Ribuan Warga Ajukan Pelebaran Jalan Belakang BRI

Guna mengatasi persoalan tersebut, dirinya mengusulkan sejumlah langkah, termasuk pembangunan blok baru guna mengurangi penumpukan warga binaan. Tak hanya itu, ia juga meminta dukungan pemerintah daerah untuk membantu biaya pemindahan narapidana dengan risiko tinggi ke Nusakambangan.

“Terkait biaya pemindahan barangkali dari Pemda bisa kasih bantuan sehingga narapida yang beresiko tinggi bisa pindah ke nusakambangan. Ada 500 narapida yang beresiko,” ujarnya.

Upaya jangka panjang berupa rencana pemindahan Lapas Tarakan ke wilayah Juata pun telah dibahas bersama Kakanwil Kemenkumham dan Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang. Namun, rencana itu masih terkendala efisiensi anggaran. “Mudah-mudahan saya berharap untuk ke depan bisa terlaksana di tahun 2026,” harapnya.

Baca Juga :  Santri Berprestasi di Tarakan Azifah Azzahra Resmi jadi Anak Asuh Rahmawati Paliwang

Lapas Tarakan tidak hanya menampung warga binaan dari Kota Tarakan, tetapi juga dari Kabup⁷aten Bulungan dan Malinau. Selain itu, ada sekitar 400 tahanan titipan dari Polres, Kejaksaan, Pengadilan, hingga Mahkamah Agung.

“Kita pun tidak bisa menolak karena sudah berhubungan baik dengan APH,” jelas Jufri.
Keterbatasan juga terjadi pada fasilitas pengawasan. Dari total kebutuhan 30 titik CCTV, baru 16 titik yang berfungsi. Kondisi ini memaksa petugas memaksimalkan sistem pengawasan seadanya agar keamanan tetap terjaga.

Baca Juga :  Awal atau Akhir Ramadan, Kapan Waktu Terbaik Membayar Zakat?

Menurut Jufri, tugas menjaga dan membina warga binaan tidak bisa hanya dibebankan kepada Kemenkumham. Ia menekankan pentingnya dukungan dari semua pihak, terutama pemerintah daerah, agar kondisi Lapas Tarakan dapat lebih tertata dan aman. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *