benuanta.co.id, TARAKAN – Menjelang aksi unjuk rasa Aliansi Utara di Kantor DPRD Kota Tarakan pada Senin, 1 September 2025, sejumlah sekolah di Tarakan mengambil langkah antisipasi dengan memulangkan siswa lebih awal bahkan ada yang diliburkan.
Seorang wali murid SDN 028 Tarakan mengaku anaknya mendapat jadwal pulang lebih cepat dari biasanya. Jika umumnya para siswa pulang sekitar pukul 14.00, hari ini mereka hanya belajar hingga pukul 13.00. Ia menyebutkan, khusus siswa kelas tinggi yang masuk siang, kegiatan belajar dimulai pukul 10.00 dan langsung dipulangkan pada pukul 13.00.
Hal serupa juga dialami wali murid lain. Ridwan (bukan nama sebenarnya) mengatakan, anaknya yang duduk di bangku Taman Kanak-Kanak justru diliburkan. Sementara anaknya yang bersekolah di SD Muhammadiyah 2 hanya belajar hingga pukul 10.00 dari biasanya pulang pukul 14.00.
Menurutnya, keputusan tersebut cukup membuat para orang tua harus menyesuaikan jadwal kerja mereka. Meski begitu, dirinya memahami bahwa langkah tersebut diambil demi keselamatan dan keamanan anak-anak.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan, Tamrin Toha, membenarkan adanya kebijakan tersebut. Ia menjelaskan, satuan pendidikan yang berada dekat dengan titik atau jalur aksi telah diimbau agar memulangkan siswa lebih awal, paling lambat pukul 10.00, dan memastikan siswa dijemput langsung oleh orang tua masing-masing.
“Untuk sekolah yang menjalankan shift siang, kami arahkan untuk melaksanakan Belajar dari Rumah (BDR),” ujarnya.
Tamrin menegaskan, kebijakan ini bersifat situasional untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Disdik juga telah menyampaikan imbauan resmi kepada seluruh kepala sekolah agar memperhatikan keamanan peserta didik selama aksi berlangsung.
Dengan kebijakan tersebut, aktivitas belajar mengajar di Tarakan pada awal pekan ini mengalami penyesuaian. Meski singkat, kegiatan tetap berjalan dengan fokus pada materi inti agar siswa tidak tertinggal pelajaran. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







