benuanta.co.id, BULUNGAN – Bandara Juwata Tarakan kini telah berstatus bandara internasional. Hal ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 37 Tahun 2025. Sebagai tindak lanjut dari keputusan itu, daerah diberikan waktu enam bulan untuk memenuhi syarat wajib sebagai bandara internasional.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara Juwata Tarakan, Daverius Maarang mengatakan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah atau tindak lanjut seperti pengaturan standar operasional prosedur (SOP) hingga penambahan personel.
Pasalnya, pihak bandara harus menyiapkan fasilitas, seperti CIQ (Custom, Immigration and Quarantine), termasuk Aviation Security (AVSEC). Tapi, untuk AVSEC di internal bandara, itu sudah ada disiapkan oleh pihaknya.
“Tadinya kan kita sudah internasional, terus tidak internasional, sekarang kembali internasional lagi. Otomatis kemarin itu ada pengurangan personel yang berkaitan dengan domestiknya,” jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu, (16/8/2025)
Lanjut Daverius, sekarang ini pihaknya perlu memikirkan kembali untuk penambahan jumlah personel dalam rangka mendukung status internasional dari Bandara Juwata Tarakan.
Termasuk SOP yang berkaitan dengan status internasional itu harus dihidupkan. Tidak hanya terkait fasilitas, dalam hal ini daerah juga masih harus berkoordinasi lagi ke Kementerian Pertahanan dan badan-badan yang berkaitan dengan status internasional bandara ini untuk meminta rekomendasi sebagai syarat yang harus dipenuhi.
“Yang terpenting itu segera membentuk tim untuk melakukan percepatan terkait penetapan internasional ini, mulai dari persyaratan dan lainnya,” ungkapnya.
Seperti yang dibahas dalam rapat bersama dengan Pemprov Kaltara hari ini, yang sekarang sedang tren itu 3T (Tarakan, Tawau, Tawi-Tawi).
Di sini cukup besar potensi penumpangnya. Termasuk tenaga kerja juga perlu diatur mekanismenya supaya bisa memanfaatkan Bandara Juwata Tarakan.
Selain itu, produk yang ada sebagai komoditi unggulan Kaltara juga perlu dipikirkan untuk dapat di ekspor melalui Bandara Juwata Tarakan. Menurutnya hal ini harus dipikirkan dan dipersiapkan sejak saat ini, misalnya ke Guangzhou dan Singapura.
“Harus kita persiapkan bagaimana kita bisa menerbangkan produk kita direct dari Tarakan menuju Singapur dan Guangzhou,” katanya.
Pada prinsipnya, pihak Bandara Juwata Tarakan optimistis target pemenuhan syarat internasional klir Oktober itu bisa tercapai. (*)
Reporter: Ikke
Editor: Ramli







