Satu Rumah di Lingkas Ujung Nyaris Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

benuanta.co.id, TARAKAN – Si jago merah nyaris membakar sebuah rumah di Jalan Pinus, RT 13, Kelurahan Lingkas Ujung, Kota Tarakan sekitar pukul 12.30 WITA pada Jumat (11/4/2025).

Peristiwa tersebut diduga kuat disebabkan oleh korsleting listrik, yang muncul akibat penggunaan kabel yang tidak sesuai standar.

Pemilik rumah, Pahmi mengatakan, saat kejadian, muncul percikan api dari kabel yang menyambar ke bagian plafon dan lemari di dalam rumah. Beruntung, api tidak sempat membesar karena berhasil dipadamkan lebih dulu oleh pemilik rumah.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Kawal Pelebaran Jalan di Samping Kantor BRI

“Kami langsung ambil tindakan cepat begitu melihat percikan api,” ujarnya, Sabtu (12/4/2025).

Kepala Seksi Pemadam Kebakaran (Kasi Damkar) Tarakan, Irwan menyatakan, penyebab korsleting adalah penggunaan kabel yang bukan untuk instalasi listrik.

“Kabel yang digunakan adalah kabel speaker. Itu jelas tidak diperuntukkan untuk arus listrik,” jelasnya.

Menurut Irwan, kabel speaker tidak memiliki kemampuan menahan panas dan mudah meleleh ketika dialiri listrik dalam jangka waktu lama. Hal ini meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.

Baca Juga :  Awal atau Akhir Ramadan, Kapan Waktu Terbaik Membayar Zakat?

“Kabel jenis ini tidak dirancang untuk arus kuat. Begitu digunakan untuk instalasi rumah, akibatnya bisa fatal,” tambahnya.

Tim pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 12.52 WITA dalam kondisi hujan ringan. Saat tiba, api telah berhasil dikendalikan oleh pemilik rumah.

“Kondisinya sudah aman ketika kami sampai, tapi kami tetap lakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada titik api tersisa,” tukasnya.

Saat dikonfirmasi, salah satu petugas PLN yang turut hadir di lokasi, Isman, menegaskan masyarakat dilarang menggunakan kabel elektronik non-standar untuk instalasi listrik rumah tangga.

Baca Juga :  Baznas Tarakan Salurkan Zakat Ramadan untuk 11 Ribu Warga Kurang Mampu

“Kabel yang tidak sesuai standar, apalagi seperti kabel speaker, sangat berisiko. Itu bisa memicu kebakaran kapan saja,” ujarnya.

Akibat kejadian ini, ditaksir kerugian material mencapai Rp50 juta. Meskipun tidak ada korban jiwa, sejumlah bagian rumah mengalami kerusakan akibat percikan api. Untungnya, sebagian besar struktur bangunan berbahan beton sehingga mampu menghambat penyebaran api. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *