benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tarakan gencar melakukan penyuluhan terhadap mitigasi kebencanaan yang terjadi di Kota Tarakan. Hal ini dilakukan lantaran minimnya anggaran pihaknya untuk memggelar simulasi penanganan bencana.
“Utamanya biaya simulasi itu tidak kecil, kalau kita ada kegiatan kita selalu sampaikan ke masyarakat meskipun tidak simulasi,” ujar Kepala BPBD Tarakan, Yonsep,
Meski tak melakukan simulasi, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan unsur lainnya untuk potensi bencana yang mungkin saja terjadi di Kota Tarakan. Diketahui, di Tarakan sendiri terdapat sesar aktif sehingga bencana gempa tak dapat dihindari. Pun dengan potensi tsunami dan bencana yang lainnya.
“Bukan hanya kita takut tsunami, tapi bencana lain, seperti longsor juga dan bangunan-bangunan besar pasti terdampak,” sambungnya.
Dilanjutkan Yonsep, saat ini isu yang sedang tren adalah gempa Megatrust, sehingga menggemparkan masyarakat lantaran dahsyatnya kekuatan gempa tersebut. Namun, ditegaskan Yonsep, jika pun terjadi gempa di Tarakan tak akan menimbulkan dampak yang begitu besar.
“Tapi kita harus waspada dengan kondisi bencana,” lanjutnya.
Belakangan, Tarakan juga diguncang gempa sebanyak 2 kali dengan skala yang tergolong kecil. Beruntung, pihaknya tak mendapatkan laporan terkait dampak yang ditimbulkan dari gempa tersebut.
“Kita belum ada terima laporan kerusakan, semoga memang tidak ada yang terdampak,” pungkasnya Yonsep. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Yogi Wibawa







