Adanya Ponpes di Wilayah Tarakan Utara, Muhammadiyah yakin Akan Memancing Perekonomian Penduduk

TARAKAN – Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Utara H. Syamsi Sarman, S,Pd mengatakan, stigma negatif terhadap kawasan Sei Bengawan untuk menjadi lokasi pembangunan Masjid At-Tanwir yang berlokasi di Kompleks Pondok Pesantren Daarul Ilmi Muhammadiyah (Muhammadiyah Boarding School/MBS), di wilayah Kelurahan Juata Permai, tak menjadi persoalan yang begitu besar.

“Ya awal kita masuk sini memang stigma itu sudah sangat santer ya, kalau Bengawan itu identik dengan prostitusi. Nah kita tidak peduli itu, kita pilih tempat disini karena strategis karena dimana-mana namanya pesantren itu (rata-rata) di luar kota, jarang pesantren di tengah-tengah kota ya. Karena kita membutuhkan suasana pembelajaran, suasana santri yang kondusif, kalau di kota itu gangguannya sangat banyak sekali,” ujar H. Syamsi Sarman, S,Pd kepada benuanta.co.id.

Baca Juga :  Disperinaker Tarakan Imbau Perusahaan Cairkan THR Paling Lambat H-7 Lebaran

“Nah lalu bagaimana dengan stigma negatif, ya saya kira suatu saat disini (nanti) ada 8 pesantren yang akan berdiri makanya saya yakin kedepannya Bengawan ini tidak akan dikenal dengan daerah negatif lagi. Akan menjadi komplek pesantren di Kota Tarakan, jadi komplek pesantren Insyallah. Ya jadi kota santri ini, kalau di Balikpapan kan ada kota baru. Nah kita bikin kota santri ya, Insyallah kita dengan ormas-ormas lain akan komitmen dengan itu ya,” tambahnya.

Jika kedelapan Ponpes yang direncanakan bakal dibangun dikawasan Tarakan Utara tersebut direalisasikan, praktis hal itu juga akan memicu pertumbuhan ekonomi.

“Nah nanti suasana santrinya akan kelihatan, dan saya yakin itu akan memancing perekonomian penduduk. Biasanya kalau sudah dekat dengan pesantren, akan berdiri toko-toko, karena santri ini kan kebutuhannya banyak sekali. Bahkan kalau di daerah Jawa, biasanya lingkungan pesantren itu akan berdiri penginapan. Karena orang tua yang dari luar daerah datang ingin menjenguk anaknya itu kan tidak bisa tinggal di pondok,” terangnya.

Baca Juga :  Lima Hari Terhenti, Sejumlah Sekolah di Tarakan Tunggu Kepastian Lanjutan MBG Ramadan

“Dan tidak mungkin dia habis menjenguk langsung pulang, misalnya santri kita 430 itu dari Kaltara ya bukan hanya Tarakan, jadi sangat mungkin membuka kemungkinan ekonomi masyarakat, ada penginapan ada losmen segala macam bisa jadi. Seperti itu. Ditambah MAN Insan Cendikia itu akan disini, itu juga besar itu Insan Cendikia itu (dari) APBN itu, jadi akan membangun sentra pendidikan dan sentra ekonomi Insyallah,” sambungnya.

Sedangkan dari Muhammadiyah sendiri, ia mengaku semua bentuk komitmen seperti bidang kesehatan, sosial, hingga pendidikan masih terus berlangsung yang mana hal tersebut juga membantu pemerintah.

Baca Juga :  Baznas Tarakan Salurkan Zakat Ramadan untuk 11 Ribu Warga Kurang Mampu

“Muhammadiyah dari awal berdiri memang komitmennya akan seperti yang disebutkan selama ini ya. Komitmen kita kepada pendidikan, sosial dan kesehatan, itu tiga program utamanya. Kalau untuk pendidikan, khusus di Tarakan ini dan di Kalimantan Utara kita target sampai perguruan tinggi. Kalau di Tarakan saja sudah ada 3 TK, 3 SD, 3 SMP, 2 SMA dan Insyallah perguruan tinggi kita masih dalam proses di L2DIKTI, kalau sudah keluar rekomendasi dari L2DIKTI kita akan ke DIKTI di Jakarta, ya kalau tahun ini lolos mudah mudahan tahun depan bisa berdiri. Dan lokasi nya juga dekat sini dekat Juata juga perguruan tinggi kita. Itu komitmen Muhammadiyah terhadap pendidikan ya,” tandasnya.(*)

Reporter : Yogi Wibawa

Editor : Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *