benuanta.co.id, TARAKAN – Polisi telah melakukan olah TKP atas meninggalnya MM, remaja berusia 16 tahun yang ditemukan tergantung di kamarnya pada Kamis, 15 Februari 2024 sore.
Kapolres Tarakan, AKBP Ronaldo Maradona melalui Kasat Reskrim, AKP Randhya Sakthika Putra menjelaskan, dari hasil olah TKP sementara, pihaknya menemukan tali nilon berwarna biru yang masih terikat di gelanggang atap rumah.
“Kemudian terdapat bekas pijakan korban di lemari pakaian yang ada di kamar korban. Dari hasil visum juga tidak didapatkan tanda-tanda kekerasan,” jelasnya, Jumat (15/2/2024).
Sejauh ini, Satreskrim Polres Tarakan baru memeriksa ibu korban sebagai saksi. Adapun hasilnya, ibu korban mengaku korban hendak pergi keluar rumah, dan marah lantaran jaketnya belum dicuci. Pihak kepolisian masih belum dapat menggali keterangan lebih lanjut, lantaran pihak keluarga masih dalam kondisi berkabung.
Berita terkait :
“Dikarenakan pada saat itu korban mau jalan ternyata jaketnya belum dicuci. Terus cek cok mulut dengan ibunya, kata ibunya cuci saja jaket mu sendiri,” jelas Kasat Reskrim.
Setelah terjadi adu mulut sekira pukul 16.00 WITA, ibu korban meninggalkan korban bersama adiknya di rumah. Diduga, korban juga terlihat mengambil tali dari arah dapur dan menuju kamarnya. Randhya menyebut, saat korban mengambil tali sempat dilihat oleh adiknya. Namun, terdapat ancaman dari korban kepada sang adik.
“Adiknya diancam, jangan masuk ke kamar, kalau masuk ku hantam kamu. Itu sebentar, lalu ditemukan adiknya sudah tergantung. Akhirnya adiknya memanggil ibunya,” lanjutnya.
Saat ibu korban melihat kejadian nahas tersebut, ibu korban langsung menurunkan korban dan adik korbanlah yang memotong tali saat masih tergantung itu. Ibu korban sempat mengira MM masih bisa diselamatkan. Namun, saat dibawa ke rumah sakit, korban disimpulkan sudah tiada oleh dokter.
Dari insiden ini, polisi mengamankan satu tali nilon berwarna biru yang digunakan oleh korban gantung diri.
“Jadi murni cek cok mulut biasa saat itu, tidak ada pemukulan juga dari ibu korban,” tutup perwira balok tiga itu. (*)
Reporter: Endah Agustina
Editor: Nicky Saputra







