benuanta.co.id, TARAKAN – Setelah pencarian selama dua hari, AL (5) korban yang hilang terseret arus parit ditemukan tim gabungan SAR pada pukul 16.45 WITA.
Setelah lebih dari 24 jam lamanya hilang, korban hanyut saat bermain hujan bersama kakaknya pada senin, 11 Desember 2023, korban akhirnya ditemukan sejauh 1,71 kilometer dari lokasi awal diduga korban terseret arus.
Tim gabungan yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Alam Daerah (BPBD) Tarakan, Palang Merah Indonesia (PMI) Tarakan, Ikatan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Borneo Tarakan (IMPA UBT), masyarakat Sekitar menemukan korban dalam keadaan meninggal dunia.
Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril melalui Kasi Ops Dede Hariana mengungkapkan Tim SAR Gabungan Telah berhasil menemukan korban dalam kondisi MD pada koordinat 3°19’7.58″N 117°34’25.62″E dengan radius 1,71 kilo meter dari LKP.
“Selanjutnya dievakuasi ke rumah keluarga korban di RT 28 Gang Bakti 08 Kota Tarakan,” ujarnya.
Lanjutnya, dalam pencarian digunakan D-Max, 2 Unit Rubber Boat dan 1 RIB. Tak hanya itu saja, disediakan juga 1 set peralatan medis serta Peralatan Komunikasi. Dalam proses pencarian, hari kedua tim gabungan mengalami sedikit kendala karena parit yang cukup sempit dan hujan deras alhasil dilakukan perluasan daerah pencarian.
“Pada pukul 17.00 WITA Ops SAR dinyatakan selesai dan diusulkan untuk ditutup serta unsur gabungan yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing dengan ucapan terima kasih,” pungkasnya.(*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







