benuanta.co.id, TARAKAN – Dalam kurun waktu satu bulan terjadi delapan kali gangguan listrik akibat layangan. Alhasil PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Tarakan mengeluarkan imbauan melalui Surat Edaran Wali Kota Tarakan agar masyarakat tidak bermain layangan di sekitaran instalasi listrik.
Padamnya listrik di Kota Tarakan ternyata salah satu penyebabnya adalah layangan yang tersangkut di kabel instalasi listrik sehingga mengakibatkan dua kabel bertegangan menengah milik PT PLN saling bersentuhan.
Hal tersebut dibenarkan oleh Manager ULP Tarakan, Kristiadi. Ia mengatakan saat ini tidak ada kerusakan mayor pada mesin akibat layangan. Namun, ketika ada benda asing yang menempel pada jaringan kabel maka relay akan otomatis mematikan listrik atau lampu.
“Jadi ketika ada benda asing yang menempel di jaringan kabel kami yang 20 ribu, relay kami akan langsung bekerja mematikan lampu jadi ketika terjadi gangguan langsung padam,” ujar Kristiadi, Sabtu (30/9/2023)
Lanjutnya, ketik terjadi pemadaman maka yang akan merasakan dampaknya adalah masyarakat sendiri dan pihaknya pun membutuhkan waktu untuk mengecek penyebab terjadinya pemadaman.
Tak hanya itu, imbauan tersebut juga untuk menjaga keselamatan masyarakat dari aliran listrik yang bisa menyebabkan tersetrum. Beberapa kali juga terjadi aduan masyarakat yang terkena benang layang yang berakibat terjadinya luka dan tersangkut akibat layangan.
“Kalau main layangan dekat instalasi, kita takutnya keselamatan orang-orang yang bermain,” jelasnya.
“Kita sudah delapan kali gangguan karena layangan. Layangannya tersangkut ditarik pakai benang kena kabel kami akhirnya saling bersentuhan akibatnya mati lampu ataupun layangan tersangkut di trafo kami,”pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







